PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gagalnya Program Food Estate singkong yang didengung-dengunkan serta dicanangkan pemerintah beberapa waktu silam di Kabupaten Gunung Mas, mengundang keprihatinan bagi banyak pihak. Kegiatan yang berlokasi di Desa Tewai Baru Kecamatan Sepang dan kini tidak membuahkan hasil tersebut, mendapat sorotan dari tokoh masyarakat Gumas, Untung Jaya Bangas.
Untung yang merupakan Anggota DPRD Gumas tersebut mengakui sangat menyesalkan serta prihatin atas kegagalan tersebut.
“Lahan food estate di Tewai Baru itu rencananya 30 ribu hektar, dan kami sangat menyayangkan gagalnya program ini,” ujarnya kepada Tabengan, Senin (31/10).
Namun yang juga sangat disayangkan oleh pihaknya, karena lahannya sudah dibuka maka kondisinya menjadi lahan terbuka. Artinya, ujar dia, akibat hal tersebut berimbas pada tidak adanya penyerapan pada air.
Melihat hal tersebut, pihaknya justru merasa heran dan mempertanyakan kenapa program food estate singkong itu malah mengalami kegagalan. Seharusnya sebelum dibuka dan dicanangkan, apakah tidak ada riset atau penelitian kecocokan tanah maupun bibit tanamannya, dalam mencapai keberhasilan kedepan. Pelaksanaan semacam itu jelas penting, mengingat food estate ini program nasional dan penyangga pangan secara keseluruhan.
Ketika disinggung penyebab kegagalan itu, pihaknya masih belum mengetahui persis apa yang terjadi di lapangan dan sampai saat ini masih belum ada informasi terkait itu. Namun dirinya menegaskan dan menyarankan, pemerintah pusat seharusnya di awal pelaksanaan melibatkan dan membawa orang-orang di daerah setempat seperti bupati, DPRD atau pihak lainnya.
“Kami tidak dilibatkan, itu permasalahannya. Kami hanya melihat atau mendengar di media massa saja. Harusnya kedepan ada sinergi dan melibatkan orang-orang daerah setempat. Makanya sejak awal mestinya dilibatkan sejak perencanaan atau penetapan ,” ucapnya.
Legislator dari Partai Demokrat itu juga menilai akibat kegagalan ini menimbulkan kerugian yang besar bagi negara. Jumlah anggaran yang tentunya bisa mencapai ratusan miliar itu, sangat disayangkan hilang begitu saja dan akan lebih berguna apabila dimanfaatkan bagi pembangunan daerah serta masyarakat yang membutuhkan.
Untung menyebut hal semacam ini merupakan bentuk ketidakprofesionalan pihak terkait, yang malah berujung kegagalan. Dirinya juga tidak mengetahui saat ini anggaran itu tersangkut dimana, namun tetap saja namanya merugikan negara.
Untung juga mengatakan dari informasi yang ada, saat ini di lokasi terkait sudah tidak ada lagi pengerjaan baik petaninya maupun juga alat beratnya. Mirisnya, ujar dia, hal itu sudah berjalan tiga tahun, namun pihaknya malah tidak melihat adanya singkong satu batang pun.
Sementara itu Kades Tewai Baru Sigo ketika dikonfirmasi menuturkan, program good estate dikatakan gagal, maka besar harapan masyarakat secara khusus Desa Tewai Baru maupun lainnya se-Kecamatan Sepang, program itu bisa melimpah untuk kabupaten. Tentunya, ujar dia, agar bisa dikelola oleh masyarakat dengan pemerintah daerah setempat.drn











