+Pasokan Ditambah 15 Persen, Antrean Malah Tambah Panjang
+Penimbunan BBM Picu antrean di SPBU
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian dari Pertamina. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok BBM di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman dan distribusi ditambah.
Sales Area Manager (SAM) Retail Kalteng, Donny Prasetya mengatakan, peningkatan antrean terjadi karena adanya lonjakan pembelian BBM secara bersamaan oleh masyarakat, terutama untuk produk Pertamax.
“Memang terjadi peningkatan permintaan sebagai bentuk antisipasi masyarakat. Saat ini kami sudah melakukan penambahan penyaluran sekitar 10 sampai 15 persen dari kebutuhan normal, khususnya untuk Pertamax,” ujarnya, di Palangka Raya, Jumat (8/5).
Ia menjelaskan, penyaluran Pertamax yang sebelumnya sekitar 180 kiloliter (KL) per hari kini ditingkatkan menjadi 200 KL per hari. Langkah tersebut dilakukan karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM berkualitas.
“Normalnya sekitar 180 KL per hari, sekarang kami tambah menjadi 200 KL per hari. Ini salah satu upaya kami karena kebutuhan masyarakat terhadap Pertamax cukup tinggi,” katanya.
Selain Pertamax, Donny memastikan stok Pertalite juga tersedia dengan ketahanan pasokan sekitar enam hingga tujuh hari ke depan. Sementara untuk solar, stok juga dipastikan aman dalam rentang waktu yang sama.
Pertamina juga mengungkapkan adanya dugaan penimbunan BBM yang turut memicu antrean di SPBU. Beberapa kasus saat ini tengah diproses bersama aparat terkait.
“Ada beberapa kasus yang sedang diproses, termasuk dugaan pengisian bolak-balik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika ditemukan keterlibatan SPBU, maka akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Donny.
Ia mengimbau masyarakat membeli BBM langsung di SPBU resmi dan tidak perlu bergantung pada pengecer.
“Kami jamin dengan 17 SPBU di Palangka Raya dan sekitar 75 SPBU di Kalimantan Tengah, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi sehingga tidak perlu panic buying maupun membeli dalam jumlah berlebihan,” katanya.
Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat antrean panjang di sejumlah SPBU.
Sebagai langkah tambahan, Pertamina memperpanjang jam operasional SPBU hingga pukul 01.00 dini hari dan menambah distribusi harian BBM.
“Kami juga melakukan penambahan jam operasional sampai pukul satu dini hari untuk membantu mengurai antrean,” katanya.
Donny memastikan tidak ada pembatasan pembelian BBM nonsubsidi seperti Pertamax maupun Dexlite. Sementara untuk Pertalite, pembelian tetap mengikuti sistem barcode Pertamina sebagaimana aturan yang berlaku saat ini.
“Terkait isu penggunaan barcode untuk Pertamax, kami pastikan itu tidak benar. Saat ini tidak ada kebijakan barcode untuk Pertamax dan tidak ada pembatasan pembelian,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan sehari-hari.
“Kami mengimbau masyarakat tetap beraktivitas normal dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Jangan sampai terjadi panic buying,” pungkasnya.
Donny juga menegaskan bahwa Pertamina hanya bertindak sebagai operator dalam penyaluran BBM, sementara kebijakan harga ditentukan pemerintah pusat, tandasnya.ldw/ded-red











