Hukrim

Kapolda: 9 Penimbun BBM Ditangkap

112
×

Kapolda: 9 Penimbun BBM Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Kapolda Kalimantan Tengah Iwan Kurniawan menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Tengah aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Kepolisian telah mengambil langkah tegas terhadap sejumlah penimbunan BBM yang berpotensi menimbulkan kelangkaan di tengah isu kenaikan harga minyak.

Kapolda mengatakan, pihaknya bersama pemerintah daerah dan instansi terkait telah melakukan langkah antisipatif agar situasi tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi melalui praktik penimbunan.

“Kita mengantisipasi jangan sampai situasi ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok atau orang tertentu untuk mencari keuntungan dengan melakukan penimbunan. Karena itu kami sudah melakukan upaya-upaya, salah satunya sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan penimbunan,” ujar Kapolda, di Palangka Raya, Jumat (8/5).

Dari hasil penindakan yang dilakukan, Polda Kalimantan Tengah berhasil mengamankan 9 tersangka penimbunan BBM. Kasus tersebut berasal dari 6 laporan polisi yang saat ini masih dalam proses penyidikan.

“Sampai dengan saat ini kita sudah bisa mengamankan sembilan tersangka dengan enam laporan polisi. Dua laporan ditangani di Kalteng, tiga di Kobar, dan satu di Kotim. Saat ini semuanya masih dalam proses penyidikan,” katanya.

Kapolda menegaskan, penindakan terhadap pelaku penimbunan penting dilakukan agar tidak memicu kelangkaan BBM di masyarakat.

“Penindakan ini harus dilakukan supaya jangan sampai situasi seperti ini malah mengakibatkan kelangkaan BBM di Kalteng,” tegasnya.

Meski demikian, Kapolda memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM masih tersedia dengan baik di sejumlah SPBU hingga jam operasional berakhir.

“Kalau melihat kondisi sampai tadi malam, seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir. Situasi tetap dalam keadaan aman. Kalau masyarakat membeli seperti biasanya, tidak akan terjadi kekurangan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya bersama Gubernur Kalteng terus memantau distribusi BBM di lapangan dan memastikan pasokan masih mencukupi meskipun terjadi peningkatan pembelian masyarakat.

Kapolda mengakui masih ada laporan masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM di beberapa lokasi. Namun berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi tersebut tidak sampai menyebabkan kehabisan stok secara menyeluruh.

“Memang ada masyarakat yang merasa tidak mendapatkan BBM, tetapi faktanya sampai pukul 1.00 WIB stok masih tersedia dan tidak terjadi kehabisan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, pihak Pertamina juga diminta menelusuri dugaan penyimpangan distribusi BBM yang menyebabkan adanya antrean maupun persoalan di lapangan.

“Ini juga harus diselidiki kenapa tidak dipasang atau ditebang, karena tadi Pertamina juga sudah menyampaikan bahwa terjadi penyimpangan dari aturan. Ke depan akan diupayakan agar hal tersebut memiliki legalitas yang jelas,” tutup Kapolda.ldw/ded-red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *