Kotawaringin Barat

ISU BERAS BUSUK-Pj Bupati Kobar Sidak Gudang Bulog 

40
×

ISU BERAS BUSUK-Pj Bupati Kobar Sidak Gudang Bulog 

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANTINI SIDAK BULOG- Pj Bupati Kobar Anang Dirjo saat meninjau gudang Bulog, Kamis (3/11).  

TABENGAN/YULIANTINI

MEMPRIHATINKAN-Kondisi tempat pengungsian di GOR Gelora Remaja desa Kumpai Batu Atas, saat ini masih ada 260 pengungsi dari Desa Kumpai Batu Bawah dan Tanjung Trantang.

+ 18 Desa dari Kecamatan Kotawaringin Lama dan Arut Selatan

+ 5.433 Jiwa Masih Bertahan di Pengungsian

+ Masyarakat Terdampak 7.138 KK dengan 24.318 Jiwa

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID– Mendapat laporan kondisi beras bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dalam keadaan busuk dan berwarna hitam, Penjabat Bupati Kotawaringin Barat Anang Dirjo langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Pangkalan Bun, Kamis (3/11).

Dalam kegiatan tersebut, Pj Bupati didampingi Asisten I Setda Kobar Tengku Ali Syahbana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Syahruni, Sekretaris Dinas Sosial Sanitro, Kepala Sat Pol PP dan Damkar Kobar Majerum Purni dan diterima oleh Kepala Bulog Sub Divre Pangkalan Bun Joko Prasetyo Afrizal.

“Kami telah menggelar rapat evaluasi penanganan bencana banjir. Dalam rapat  tersebut, ada laporan dari Satgas mengenai kondisi beras yang dibagikan bagi masyarakat yang terdampak banjir tidak layak konsumsi. Untuk itu kami meninjau langsung ke gudang Bulog,” kata Anang, Kamis (3/11).

Anang menambahkan, mengenai keluhan warga yang menerima beras bantuan hanya sedikit, diakui penyaluran beras bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir saat itu dalam kondisi hujan dan ada sebagian desa yang terisolir, sehingga penyaluran bantuan pun ada disimpan di bukit.

“Beras yang kami salurkan itu merupakan beras masih baru, seperti yang kita lihat dalam gudang Bulog ini. Karena beras ini hasil panen di bulan April 2022, dan sebelum disalurkan terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan oleh tim kejaksaan, TNI /Polri serta tim Satgas,” katanya.

Menurut Anang, setelah melalui proses pemeriksaan kelayakan kondisi beras baru keluar berita acara, kemudian beras disalurkan.

“Saya sudah instruksi, bagi masyarakat terdampak banjir yang menerima beras bagian dalam kondisi tidak baik, maka akan ditukar. Kondisi tersebut bukan karena kesenjangan, melainkan disebabkan medan maupun cuaca pada saat menyalurkan bantuan tersebut,” tegas Anang.

Dia juga menegaskan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog untuk cadangan kebencanaan aman, dengan jumlah 125 ton dan 200 ton dalam perjalanan.

Sementara itu, banjir di wilayah Kobar kini berangsur surut. Hanya ada 2 kecamatan yang terdampak banjir, dan 5.433 jiwa dari Kecamatan Arut Selatan masih bertahan di pengungsian. Sedangkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir diperpanjang hingga 14 hari ke depan.

“Kondisi banjir saat ini di wilayah Kobar masih terjadi di 18 desa dari 2 kecamatan, yakni Kecamatan Kotawaringin Lama dan Kecamatan Arut Selatan, dengan total masyarakat yang masih terdampak sebanyak 7.138 kepala keluarga atau 24.318 jiwa,” kata Anang, Kamis. c-uli

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *