-
Spirit Kalteng

 Demo Jilid IV Gagal Lagi Temui Gubernur

46
×

 Demo Jilid IV Gagal Lagi Temui Gubernur

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS DEMO– Gerakan Rakyat Merdeka (GERAM) kembali melakukan aksi demonstrasi Jilid IV menuntut kinerja dari Gubernur Kalteng di depan Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (17/11). Aksi saling dorong sempat terjadi, namun masih bisa dikendalikan.
-

*Massa GERAM dan Mahasiswa Bertahan hingga Malam

PALANGKA RAYA- Aksi gabungan massa Gerakan Rakyat Merdeka (GERAM) dan mahasiswa Jilid IV, Kamis (17/11), tampaknya belum berhasil menemui Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Kali ini dengan jumlah yang cukup besar terdiri dari massa gabungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan sejumlah organisasi kemahasiswaan lainnya, menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kalteng.

Massa Geram melakukan long march dari sekretariat aliansi Jalan Hendrik Timang menuju kantor gubernur Kalteng Jalan G Obos. Puluhan mahasiswa ini mendapatkan pengawalan mobil patroli polisi untuk mencapai lokasi demo. Massa tiba di lokasi demo pukul 14.45 WIB, dan langsung berkumpul di pintu keluar kantor gubernur Kalteng.

Mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian, demo diawali dengan berdoa bersama. Usai berdoa, massa melanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya”. Usai menyanyikan lagu ”Indonesia Raya” massa mulai melakukan orasi, seraya meminta gubernur Kalteng hadir langsung menemui massa aksi.

Negosiasi terus dilakukan antara pihak massa aksi dengan kepolisian, untuk dapat menghadirkan Gubernur Kalteng,, Sugianto Sabran.lama berdialog, dan berorasi, namun tidak ada tanda-tanda kehadiran Sugianto. Pihak pemerintah provinsi Kalteng menawarkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemerintah Provinsi Kalteng, Katma F Dirun, untuk menemui massa. Sontak, rencana itu mendapatkan penolakan langsung dari mahasiswa, dan mendapat cemoohan dari mahasiswa.

Akibatnya, Katma, tidak berkesempatan untuk menyampaikan apapun. Negosiasi alot yang dilakukan antara massa aksi dengan kepolisian, tidak membuahkan hasil, membuat massa aksi pindah lokasi menuju pintu masuk kantor gubernur Kalteng Jalan RTA Milono. Massa aksi bernegosiasi dengan aparat kepolisian untuk dapat masuk dalam halaman kantor gubernur Kalteng, dan berorasi disana. Namun tetap, pihak kepolisian tidak mengizinkan massa untuk masuk. Aksi saling dorong terjadi antara massa aksi dengan pihak kepolisian. Polisi bahkan sekali menembakan gas air mata demi membubarkan massa yang ingin menerobos masuk halaman kantor gubernur.

Massa dalam orasinya menuntut Gubernur Kalteng hadir secara langsung untuk berdialog. Sebab, gubernur Kalteng menyatakan siap kapan saja, dan terbuka untuk melakukan dialog dengan massa aksi. Namun, saat masa aksi menemui di kantor gubernur Kalteng, justru tidak ditemui. Massa juga mengkritik gubernur Kalteng untuk tidak menjawab melalui media sosial, melainkan bertemu secara langsung dengan mahasiswa.

Karena tak kunjung ditemui, para pendemo bertahan hingga malam hari, sembari menggelar aksi teatrikal bersama-sama. Sejumlah lilin ditempatkan di depan pagar pintu masuk Kantor Gubernur Kalteng, yang mengartikan dukacita matinya demokrasi di Kalteng.

Sayangnya, di sela aksi tersebut sempat terjadi kericuhan, yang menyebabkan anggota kepolisian menembakkan satu kali tembakan gas air mata ke massa.

Kendati begitu, massa mahasiswa kembali kondusif dan berkumpul menggelar aksi secara damai dan tertib. Akhirnya hingga pukul 18.00 WIB, massa sepakat untuk membubarkan diri dan membacakan sejumlah tuntutan.

Massa aksi juga berorasi terkait tudingan aksi mahasiswa ditunggangi. Massa aksi mengutuk siapa saja yang melontarkan tudingan tersebut. Aksi demo yang dilakukan semata ditunggangi oleh kepentingan masyarakat Kalteng, yang kondisinya tidak sedang baik-baik saja

Juru bicara aksi massa Endrico menyampaikan, pihaknya merasa kecewa dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, karena sampai Jilid IV aksi mereka belum bisa ditemui keduanya.

Adapun poin-poin tuntutan itu, seperti menuntut Gubernur dan Wakil Gubernur menyelesaikan janji politik kepada masyarakat Kalteng.

“Yang kedua, menuntut keduanya agar lebih serius menyejahterakan masyarakat Kalteng,” ujarnya.

Yang ketiga, menuntut pembangunan infrastruktur antar-wilayah di Kalteng dan lainnya. Ada juga soal tuntutan penyelesaian persoalan akar dari masalah banjir di Kalteng. Selain itu, ada juga soal desakan agar menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan tenaga kontrak (Tekon) serta beberapa poin penting lainnya. drn

-
-
-