-
Spirit Kalteng

Dana Hibah Mandek, KONI Desak Gubernur

50
×

Dana Hibah Mandek, KONI Desak Gubernur

Sebarkan artikel ini
Ketua Harian KONI Kalteng Christian Sancho
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Menyikapi masalah dana hibah KONI Kalteng sebesar Rp1,3 miliar yang hingga kini belum direalisasikan oleh Pemprov, Ketua Harian KONI Kalteng Christian Sancho menegaskan anggaran tersebut sangat dibutuhkan untuk pembayaran Tenaga Kontrak (Tekon) maupun penghormatan kepada pengurus KONI, yang akan berakhir Desember mendatang.

“Dana tersebutlah yang kami harapkan bisa segera dicairkan untuk menyelesaikan semua  pembayaran gaji Tekon yang sampai saat ini belum bisa dibayarkan oleh KONI. Karena menyangkut Tekon, semua kontraknya berakhir pada Desember 2022 dan hasil kesepakatan bersama, semua Tekon kita nonaktifkan sementara,” ucap Sancho kepada Tabengan di Sekretariat KONI Provinsi Kalteng, Jalan Tjilik Riwut, Senin (28/11).

Dijelaskan Sancho, selama ini KONI Kalteng terus berusaha menyiasati bagaimana operasional bisa tetap berjalan sembari menunggu dana hibah disalurkan oleh Pemprov. Apalagi ke depannya KONI akan menghadapi agenda besar, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang berlangsung pada 2023.

“Dalam pelaksanaan Porprov mendatang, banyak persiapan yang harus kita lakukan baik dari segi anggaran serta komunikasi yang baik dengan Pemerintah khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebagai lembaga pendamping dari KONI,” ujarnya.

Melalui Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Tahun 2022, sambungnya, KONI Kalteng dengan tegas menyurati Dispora dan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran untuk meminta audiensi terkait anggaran hibah KONI yang harus cepat direalisasikan karena bersifat mendesak.

“Dari hasil Rakerprov kemarin kita jelas sudah meminta dan menyurati Dispora serta Gubernur Kalteng untuk diadakan audiensi. Intinya kita selaku pengurus KONI Kalteng ingin menyampaikan bahwa inilah keberadaan KONI, inilah kebutuhan kita yang harus secepatnya di realisasikan oleh pemerintah daerah atau bersifat mendesak,” tandasnya.

Dia berharap, Pemprov bisa mengakomodir untuk melaksanakan audiensi bersama pengurus KONI Kalteng, mengingat selain dijalankan oleh Ketua Umum, KONI juga memiliki Ketua Harian serta pengurus lainnya untuk menjalankan program kerja dan pemerintah harus memahami keadaan Ketua Umum yang kerap melaksanakan tugas keluar kota.

Pihaknya berharap Pemprov Kalteng bisa menerima pengurus harian KONI untuk melaksanakan audiensi walaupun tanpa adanya Ketua Umum, karena yang menjalankan roda kegiatan dan administrasi KONI Kalteng adalah Ketua dan pengurus harian.

“Sedikit masukan, bahwa sebenarnya yang diharapkan oleh Pemprov untuk bertemu adalah Ketua Umum, namun KONI juga memiliki ketua dan pengurus pelaksana harian. Intinya saya selaku Ketua Harian menjalankan tugas sesuai serta AD-ART yang ada, sehingga apa pun yang terjadi kita tetap solid dalam menjalankan roda kegiatan maupun administrasi KONI dan kita berharap bisa diterima oleh Pemprov untuk melaksanakan audiensi ada atau tanpa adanya Ketua Umum,” tegasnya.

Selain itu, optimis dana hibah KONI tetap akan dicairkan oleh Pemprov mengingat masih ada waktu selama 1 bulan hingga batas akhir pencairan, yakni pada Desember mendatang.

“Memang kalau dilihat dari nilainya, anggaran Rp1,3 miliar yang diajukan bisa terbilang sangat kurang, sehingga ada beberapa item yang harus kita kurangi. Namun pada intinya kita yakin anggaran tersebut tetap akan dicairkan oleh Pemprov dan masih ada waktu 1 bulan hingga batas akhir pencairan. Karena itu, kita ingin bertemu dengan pak Gubernur untuk menyelesaikan permasalahan ini dan berharap kami bisa diterima audiensi,” bebernya.

Menyikapi pernyataan Kadispora Kalteng saat pelaksanaan Rapkerprov KONI 2022, yang menyatakan KONI kurang berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemda, Sancho menegaskan bahwa KONI Kalteng tetap solid dan roda kegiatan maupun administrasi tetap dijalankan walaupun oleh Ketua Harian.

“Mohon pemerintah daerah memahami bahwa sesuai administrasi dan AD-ART, ada Ketua Harian yang menjalankan berbagai program KONI. Sehingga kita memohon perhatian karena selama ini kita tetap bekerja walaupun Ketua Umum sedang berhalangan yang artinya KONI Kalteng tetap berjalan sesuai koridor yang ada, berpegang pada AD-ART,” pungkasnya. nvd

-
-
-