-
PEMKAB KOTIM

Tegas, Bupati Bakal Pecat PNS Terlibat Narkoba 

58
×

Tegas, Bupati Bakal Pecat PNS Terlibat Narkoba 

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/MAYA SELVIANI SAPA PNS - Bupati Kotim Halikinnor ketika menyapa sejumlah PNS Kotim, belum lama tadi.
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID- Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengancam bakal memberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Kotim, yang terlibat kasus narkoba .

“Apabila ada pegawai yang menggunakan (narkoba), apalagi bertindak sebagai pengedar maka akan diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS maupun non PNS,” tegasnya baru-baru ini.

Untuk masalah narkoba Halikinnor secara tegas menyatakan jika Pemkab Kotim memerangi hal tersebut. Terutama kasus narkoba yang sudah masuk dalam ranah instansi pemerintah.

Dikatakannya untuk tindakan pun sudah dilakukan pihaknya dengan memberlakukan sanksi pemecatan,mencopot jabatan hingga isolasi.

“Kita juga rutin menggelar tes urine baik di sekretariat daerah hingga Kecamatan untuk mendeteksi apakah ada aparatur kita yang menggunakan narkoba,” tuturnya.

Diakuinya Kota Sampit sebagai titik persilangan yang sangat strategis untuk masuknya jalur pemasaran narkoba. Dimana pintu masuk moda darat, laut dan udara dimiliki oleh daerah perlu diberikan perhatian pada pintu-pintu tersebut. Bandar Udara Haji Hasan Sampit yang secara aktif menjadi salah satu pintu masuk mobilitas warga dari luar Kalimantan menuju wilayah Kalteng menurutnya harus menjadi perhatian untuk dikaji terkait dengan prosedur dalam upaya mencegah penyebaran penyalahgunaan narkoba maupun barang lainnya yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Untuk itu, bukan tidak mungkin jika peredaran narkoba juga marak terjadi di wilayah PBS di perkebunan kelapa sawit,” ucapnya.

Selain itu Kotim juga memiliki Sungai Mentaya yang membentang dari Muara Laut Jawa hingga ke pedalaman wilayah Kotim. Sungai Mentaya sebagai sumber kehidupan masyarakat, sudah pasti memiliki banyak Dermaga seperti pelabuhan laut, pelabuhan utama, pelabuhan pengumpul, pelabuhan pengumpan dan pelabuhan pengumpan regional.

Belum lagi persoalan pelabuhan yang tidak terdaftar dan belum diinventaris oleh otoritas . Semua dapat dijadikan alat dari potensi-potensi masalah penyebaran penyalahgunaan narkoba lewat jalur laut.

Tak hanya itu, jalan darat yang melintasi wilayah Kotim juga merupakan potensi permasalahan yang  perlu dikaji dan dipertimbangkan langkah-langkah preventifnya.

“Terkait penyebaran penyalahgunaan narkoba jalan dari pintu darat dianggap sebagai hal biasa. Padahal jalan darat memiliki banyak peluang yang sulit, karena otoritas identifikasi permasalahannya kita mengenal istilah jalan-jalan tikus yang menjadi alternatif penyelundupan barang-barang haram maupun narkoba,” terangnya. c-may

-
-
-