-
Hukrim

Ekspedisi Susur Sungai Kahayan-Kapuas Bawa Rp1 Miliar

46
×

Ekspedisi Susur Sungai Kahayan-Kapuas Bawa Rp1 Miliar

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS PELEPASAN- Tim Ekspedisi Rupiah susur Sungai Kahayan dan Kapuas dilepas KPwBI Kalteng Taufik Saleh dan kepala instansi terkait lainnya, Selasa (9/5).
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Terobosan baru dilakukan Bank Indonesia (BI) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng Taufik Saleh melepas Ekspedisi Rupiah Susur Sungai Kahayan dan Kapuas, di Dermaga Flamboyan Palangka Raya, Selasa (9/5).

Disaksikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng Otto Fitriandy dan Staf Ahli Gubernur Kalteng  Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko, tim susur sungai membawa uang tunai sedikitnya Rp1 miliar dengan pengawalan khusus dari aparat keamanan.

Pada kesempatan tersebut, Taufik mengatakan uang tunai disiapkan untuk melayani penukaran uang masyarakat disesuaikan dengan potensi kebutuhan masyarakat di daerah aliran sungai yang dilewati. Sekaligus mengecek kondisi masyarakat sejauh mana kebutuhannya.

“Jika ada kebutuhan-kebutuhan lebih banyak, kita akan siapkan untuk edisi mendatang. Ke depan akan dievaluasi mana-mana aliran sungai di Kalteng yang bisa dieksplorasi,” ujarnya.

Dia menuturkan, ekspedisi ini dilakukan sekaligus menarik uang lusuh yang tidak layak edar dan mengganti uang-uang kartal yang ada di masyarakat agar mereka memiliki uang rupiah yang layak.

Ekspedisi ini merupakan pertama kali dilakukan dan berkolaborasi dengan BI Kalsel. Untuk BI Kalsel, jelas Taufik, menyusuri sungai dari Banjarmasin sampai Kapuas dan BI Kalteng sendiri dari Kahayan di Palangka Raya sampai dengan Kapuas.

Sementara itu, Yuas Elko mengatakan, pentingnya mengedukasi masyarakat agar dapat menjaga uang rupiah dengan baik. Karena itu, melalui ekspedisi rupiah susur Sungai Kahayan-Kapuas ini, masyarakat pesisir sungai dapat menukarkan uang lusuh mereka menjadi uang yang layak edar.

Selain itu, dengan ekspedisi ini, uang palsu yang beredar di pedalaman dan masyarakat pesisir sungai akan mudah terdeteksi dan dari mana asalnya.

“Untuk itu perlunya edukasi dan literasi untuk masyarakat,” katanya.

Tidak kalah penting, melalui ekspedisi susur sungai ini, lanjut Yuas Elko, sebagai sarana membangkitkan wisata susur sungai, tindak lanjut dari gerakan Bangga Berwisata Indonesia yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah. dsn

-
-
-