PEMKAB KOTIM

Selatan Kekeringan, Pemkab Distribusikan Air Bersih

35
×

Selatan Kekeringan, Pemkab Distribusikan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
KRISIS AIR-Bupati Kotim Halikinnor dan Sekda Kotim Fajrurrahman ketika mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Sei Ijum (Maya Selviani)

+Masyarakat Harus Beli Air Bersih Harga Rp20 Ribu/Drum

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah selatan Kotim. Bantuan air bersih tersebut disalurkan sebanyak 50 ribu liter kepada warga di wilayah Selatan, Minggu (3/9/2023).

Bantuan tersebut langsung disalurkan ke beberapa desa di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan di antaranya Desa Jaya Karet dan Desa Sei Ijum. Pendistribusian air bersih tersebut langsung dilakukan oleh Bupati Kotim Halikinnor didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Fajrurrahman, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam K Anwar, Kepala DLH Kotim Machmoer, Kepala Dinas Sosial Wiyono , Plt Kepala DPUPR Kotim Kaspulzen Heriyanto dan Camat Mentaya Hilir Selatan Syahrial.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, masyarakat di wilayah selatan Kotim pada saat musim kemarau ini mengalami krisis air bersih. Sehingga pihak warga  pun meminta bantuan distribusi air bersih ke Kabupaten untuk keperluan sehari -hari terutama untuk keperluan minum dan memasak.

“Kondisi air di wilayah Selatan menurut warga sudah asin dan payau. Sehingga tidak bisa dikonsumsi oleh warga. Untuk itu kita distribusikan air bersih untuk warga setempat termasuk ke pesantren agar tidak ada yang kesulitan air bersih,” katanya.

Selain itu untuk mengatasi permasalahan tersebut dirinya juga melibatkan seluruh SOPD untuk dapat mendistribusikan bantuan air ke masyarakat yang ada di wilayah Selatan. Bahkan jika hal tersebut masih dinyatakan kurang dirinya juga berencana akan meminta bantuan dari pihak perusahaan.

Dirinya juga meminta kepada para Ketua RT maupun tokoh masyarakat untuk dapat berkomunikasi dengan Kepala Desa maupun Lurah setempat agar dapat menyampaikan kepada Camat daerah-daerah mana saja yang memerlukan distribusi air bersih. Sehingga nantinya pihak BPBD Kotim dapat mengkoordinir SOPD yang lain untuk mendistribusikan air tersebut ke sejumlah lokasi yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

“Saya minta nanti Camat dapat mendata wilayah-wilayah mana saja yang mengalami krisis air bersih. Sehingga nantinya dapat bersurat untuk meminta bantuan distribusi air bersih kepada BPBD,” sarannya.

Sementara itu salah seorang warga Desa Jaya Karet H Juhudi mengatakan warga setempat telah mengalami krisis air bersih selama kurang lebih dua minggu. Hal itu dikarenakan air sungai yang ada di tempat mereka sudah terkontaminasi air asin sehingga air yang ada berasa payau. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih pihaknya harus membeli air bersih dengan harga Rp20 ribu/drum.

“Karena kami tidak ada PDAM jadi kami hanya mengandalkan air dari sungai. Untung saja saat ini kami telah dibantu  pemerintah daerah dalam penyediaan air bersih yang akan kami gunakan untuk keperluan minum dan memasak sementara untuk aktivitas lain kami masih memanfaatkan air yang ada,” pungkasnya. (MS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *