PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Peran orang tua dalam mengajak anak ke posyandu untuk memantau asupan gizi anak sangat penting, ini demi memastikan kesehatan anak dan mencegah dari bahaya stunting. Pemerintah Kota Palangka Raya telah menunjukkan dedikasi serius dalam upaya penanganan stunting sebagai respons terhadap perhatian ini.
Oleh karena itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, menyampaikan bahwa perlunya peningkatan pada kebutuhan pembinaan dan kegiatan di posyandu. Hal ini sehubungan dengan Syaufwan Hadi selama ini telah aktif mendedikasikan diri sejak tahun 2017/2018, bersama ibu-ibu kader Posyandu dan anggota Posyandu untuk memperkuat komitmennya terhadap inisiatif untuk terus mendengarkan aspirasi-aspirasi yang dibutuhkan tiap-tiap Posyandu.
“Ya, kita turut serta untuk membina dan membantu kegiatan Posyandu di Kota Palangka Raya. khususnya di Kecamatan Jekan Raya, Bukit Batu dan Rakumpit,” kata Syaufwan saat dikonfirmasi media, kemarin.
Syaufwan menjelaskan, kelangsungan kegiatan Posyandu sangat bergantung pada dana yang diperoleh dari jimpitan oleh ibu-ibu kader Posyandu pada setiap kegiatan. Oleh karena itu, ia menyampaikan aspirasi ibu-ibu kader Posyandu agar Pemerintah Kota Palangka Raya, melalui dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan DP2KBP3A, untuk bisa memberikan dukungan lebih dalam hal ini.
“Pihak kecamatan dan kelurahan dapat memberikan perhatian lebih dan tambahan dana untuk operasional kader Posyandu. Seperti peralatan Posyandu dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Saya juga bersyukur dan berterima kasih kepada Pemko Palangkaraya atas peningkatan dana untuk kegiatan Posyandu. Namun kedepannya masih perlu kita tingkatkan lagi. Dan harus ada transparansi dalam distribusi dana bantuan operasional Posyandu, serta transparansi jumlah alokasi dana dan macam jenis Pemberian Makanan Tambahan (PMT),” pintanya.
Syaufwan juga menyampaikan bahwa para kader Posyandu turut mengungkapkan harapan mereka agar setiap Posyandu di masa mendatang, agar dapat memiliki gedung atau bangunan sendiri untuk kegiatan. Karena saat ini, sebagian besar kegiatan Posyandu sering dilaksanakan di rumah warga atau bahkan di bangunan pos keamanan lingkungan (Kamling) komplek.
“Ini turut menjadi keprihatinan dan perhatian kita bersama. Saya juga turut mengalokasikan dana pribadi saya untuk membantu operasional posyandu dan PMT secara rutin setiap bulannya,” lanjutnya.
Sehingga pembinaan yang dilakukan selama ini memberikan bantuan yang dirasakan para kader dan anggota Posyandu, khususnya dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak di wilayah tersebut. Ia juga kembali mengingatkan akan pentingnya bagi orang tua untuk mengatur pola makan yang bergizi dan memberikan pola asuh yang sehat guna membentuk anak-anak yang berkualitas. rba





