PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nusantara Power atau Pembangkit Listrik Tenaga Uang (PLTU) Pulang Pisau (Pulpis) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulpis menggelar sosialisasi pencegahan stunting di Desa Mantaren II, Selasa (25/6). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Pulpis Hj Nunu Andriani.
“Ini salah satu bentuk kepedulian PLN Nusantara Power melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk kegiatan sosialisai pencegahan stunting yang ada di wilayah kerjanya,” tutur Pj Bupati.
Dikatakan Pj Bupati, bahwa apa yang disampaikan pihak PLN, bantuan CSR berupa bantuan obat-obatan dan uang tunai yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh posyandu anak remaja dan posyandu lansia.
“Pemkab berterima kasih adanya CSR manajemen PLTU sebagai bentuk perhatian dalam rangka kita mengintervensi begitu spesifik maupun sensitif terhadap keluarga beresiko stunting yang ada di Desa Mantaren II,” beber Hj Nunu.
Sementara, Fu’ad Arifin selaku General Manager PT PLN Nusantara Power Unit Pulpis mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Muspida dan Muspika secara berkelanjutan menangani stunting bersama pemerintah dan stakeholder.
“Untuk membantu penanganan stunting kami menyalurkan dana CSR berupa uang dan obat-obatan dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya,” ujar Fu’ad.
Ia berharap program berkelanjutan ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Fu’ad menambahkan melalui program TJSL PT PLN Nusantara Power berkomitmen untuk mendukung percepatan penurunan stunting oleh pemerintah daerah. Dengan harapan semoga bantuan ini dapat memberikan kontribusi positif untuk masyarakat di Kabupaten Pulpis dapat tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ditempat terpisah, Sekretaris P3AP2KB Kabupaten Pulpis Ma’ruf mengatakan, stunting adalah pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada dibawah standar yang ditetapkan oleh Kementrian yang menyelenggarakan urusan Pemerintahan di bidang kesehatan.
“Dukungan regulasi dan kebijakan PPS Kabupaten Pulpis tentang percepatan penurunan stunting terintegrasi terbentuk dari desa kecamatan dan kabupaten,” ujar Ma’ruf.
Lanjut Ma’ruf, kondisi stunting di Kabupaten Pulpis berdasarkan hasil pendataan keluarga 2023 (pk23) presentase krs pada tahun 2023 menunjukan tren penurunan dari angka 56,57 persen tahun 2022 menjadi 54,70 persen dan tahun 2023 angka penurunan nya sebesar 1,87 persen.
“Aksi serentak pencegahan stunting melalui pendataan, pendampingan, penimbangn edukasi palidasi dan intervensi bagi seluruh calon pengantin, ibu hamil, dan balita secara berkelanjutan,” jelas Ma’ruf.
Lebih lanjut, Kepala Desa Mantaren II, Anton menyampaikan terimakasihnya kepada pihak PLN Nusantara Power atas dukungan program, karena menurutnya sesuai visi misi dari pemerintahan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. c-mye











