*Pengamat: Pilgub Potensi 4 Poros
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Politisi PDIP H Agustiar Sabran bersama politisi Golkar H Edy Pratowo secara resmi mendapat surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), untuk maju sebagai pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalteng 27 November 2024 mendatang.
H Edy Pratowo yang saat ini juga menjabat sebagai Wagub Kalteng mengaku siap jika memang dipasangkan dengan Agustiar.
“Kan gini, tahapan proses Pilkada itu semua orang yang mendaftar memang masuk penentuan dapat rekomendasinya. Ya saya kan mendaftar di Gerindra, sebagai calon wakil kan ya mungkin itu salah satu direspons, simpel. Saya dengan siapa aja siap, fleksibel aja saya,” ujarnya, saat diwawancara, di RSUD Doris Sylvanus, Selasa (23/7).
Edy mengatakan, dirinya baru mengetahui kabar tersebut, karena telah mendaftar di Gerindra, Golkar, PKS, PAN, NasDem yang menurutnya kemungkinan di lima partai tersebut merekomendasikan dirinya sebagai bakal calon wakil gubernur (Bacawagub).
“Dipasangkan dengan Agustiar merupakan hal baik, kan semua calon baik. Yang mendaftar itu kan putra-putri terbaik Kalteng. Mungkin Pak Agustiar juga mendaftar di Gerindra dan saya kan daftar juga,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, saat ini sedang menunggu keputusan dari Golkar. “Nanti kan dilihat dari partai, saya kan dari Golkar, saya juga akan menunggu dari Golkar. Kan di Golkar itu ada Pak Razak, Perdie, Edy, Mukhtarudin, ya nanti dari Golkar siapa rekomendasinya keluar. Gerindra sudah mengeluarkan rekomendasi kan, calon gub dan wakilnya. Nah saya kan mendaftar di Golkar sebagai calon wakil Gubernur, ya bisa saja Golkar mengeluarkan saya calon wakil gubernur juga,” pungkasnya.
Terpisah, pengamat Hukum dan Politik Harati Kalteng Donny Yohanes Laseduw mengatakan, dengan diusungnya pasangan Agustiar-Edy oleh DPP Gerindra, membuat peta politik di Kalteng sudah mulai terlihat.
Donny mengatakan, rekomendasi dari Partai Gerindra yang mencalonkan Agustiar-Edy itu merupakan kewenangan dari Gerindra.
“Yang menjadi pertanyaan sekarang Partai Gerindra dengan apa? Karena saat ini partai Gerindra belum cukup untuk mengusung Cagub dan Cawagub di Pilgub 2024,” ujar Donny kepada Tabengan, Selasa (23/7).
Diketahui, Gerindra mendapat 6 kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) Kalteng 2024 dan butuh 3 kursi lagi untuk mengusung Cagub dan Cawagub. “Artinya karena butuh 3 kursi lagi, maka butuh satu atau dua partai lagi untuk mengusung Cagub dan Cawagub,” imbuhnya.
Kemudian, lanjut Donny, kalau benar nanti Gerindra dan partai lain mengusung Agustiar-Edy, ini berpotensi akan menjadi 3 atau 4 poros.
“Nanti dari Partai Golkar Pak Razak dan pasangannya. Kedua, dari Partai Demokrat Pak Nadalsyah (Koyem) dengan pasangannya. Ketiga, Pak Agustiar dan bisa jadi Edy Pratowo dan keempat ada Supian Hadi dan gabungan beberapa partai lainnya,” jelasnya.
Namun, yang menarik sekarang, kata Donny, Gerindra mengusung Agustiar-Edy yang merupakan kader PDIP dan Golkar.
“Agustiar juga merupakan kader PDIP dan mantan Ketua DPC PDIP Kotawaringin Barat (Kobar) sedangkan Edy merupakan kader Partai Golkar,” imbuhnya.
“Tapi, saya kira sepertinya Partai Gerindra ingin menyampaikan kepada kedua partai besar ini, PDIP dan Golkar, kader anda akan dicalonkan Gerindra. Kita kan harus bangun berbagai etika politik yang baik, cuma memang nantinya orang akan bertanya kepada Pak Agustiar dan Pak Edy. Karena Agustiar merupakan kader yang diusung dan menjadi Anggota DPR RI dari PDIP sedangkan Edy kader Golkar yang sampai menjadi Wakil Gubernur Kalteng karena diusung Partai Golkar,” bebernya.
Menurut Donny, ini menjadi semakin menarik dan menunjukkan partai politik alat untuk mencapai kekuasan. Karena kekuasan itu memiliki kenikmatan tersendiri.
Lebih lanjut dikatakan, walaupun Gerindra merupakan partai pemenang Pilpres, tetapi tidak terlalu membawa pengaruh besar di daerah. “Pengaruhnya tidak langsung ke daerah. Karena rakyat atau pemilih akan melihat kualitas dan track record dari calon kepala daerah,” katanya.
Dengan hadirnya pasangan Agustiar-Edy yang merupakan kader PDIP dan Golkar yang dicalonkan partai yang lain, tentu nantinya kata Dony, akan menjadi pertanyaan di masyarakat, ada apa ini?
“Apa benar misalnya PDIP bisa jadi tidak mencalonkan Agustiar? Karena memang rekomendasi dari PDIP hingga saat ini belum keluar untuk Cagub dan Cawagub di Kalteng,” jelasnya.
Dikatakan, saat ini politik masih dinamis. Dan semua masih bisa terjadi, muncul poros-poros lain juga itu ada kemungkinan. “Semuanya dinamis dan itu tergantung dari lobi-lobi antar-partai untuk mengusung calon. Termasuk bisa jadi juga Agustiar-Supian Hadi direkomendasi PDIP,” pungkasnya. rmp/ldw











