*Kader Ajukan Keberatan ke Dewan Pertimbangan Kalteng
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Barito Utara (Barut) Gusti Rahmadijaya mempertanyakan penyampaian SK revitalisasi pengurus DPD Golkar Barut periode 2020-2025.
Menurut Gusti, SK revitalisasi pengurus yang disampaikan dalam rapat beberapa waktu lalu patut dipertanyakan, termasuk materi rapat yang dilaksanakan patut dipertanyakan, karena dalam rapat itu diungkapkan materi rapat disebutkan dalam rangka penyegaran pengurus DPD Golkar Barut.
Kepada Tabengan, Jumat (26/7), Gusti mengaku keberatan, hal itu ia sampaikan karena bentuk rasa tanggung jawab dan kecintaannya terhadap Partai Golkar.
“Dalam waktu dekat ini saya akan mengajukan keberatan ke Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng). Karena dalam rapat penyampaian SK revitalisasi pengurus beberapa waktu lalu terkesan tidak terbuka,” kata Gusti.
Sebagai kader Golkar, kata Gusti, siap dengan berbagai konsekuensi pilihan kebijakan yang berbeda dengan pengurus lain. “Tapi yang saya pertanyakan adalah mekanisme rapat pleno penggantian pengurus yang tidak sesuai aturan,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, gejolak di tubuh DPD Golkar Barut itu, dipicu adanya surat pernyataan dari seluruh Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar yang menyatakan mosi tidak percaya kepada Ketua DPD Golkar Barut, pasca pemilihan legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 yang lalu.
Sebagai kader dan pengurus DPD, saat itu ia hanya bisa memfasilitasi dan menyalurkan aspirasi Pengurus Kecamatan Partai Golkar.
“Tidak ada niat secara pribadi untuk mengguling Ketua DPD Golkar Barut dari kepengurusan. Tetapi rupanya ditanggapi berbeda oleh orang-orang yang tidak mengerti mekanisne partai dan tidak mengerti aturan organisasi,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, permasalahan itu sebenarnya sudah disampaikan ke DPD Golkar Kalteng secara langsung, bahkan dilaksanakan dua kali pertemuan. Tapi sayangnya ternyata tidak ditanggapi dengan komprehensif oleh oknum pengurus Partai Golkar.
“Kalau harapan kita semua pengurus partai ini mau membawa ke yang lebih baik dan sukses ke depan, maka harus dibenahi internal partai, bukannya untuk menyingkirkan lawan-lawan debat yang ada dengan cara tidak elegan,” bebernya. c-hrt





