+Beredar Lembar BKWK NasDem dan PKB untuk Willy-Habib
+PSI ke Agustiar? Hanura ke Nadalsyah-SKY, NasDem, PKB dan PPP Belum Keluarkan Rekom?
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Percaturan politik di Kalimantan Tengah (Kalteng) makin seru. Di tengah isu manuver Partai NasDem dan PKB pada last minute, beredar di media sosial pamflet Willy M Yoseph dan Habib Ismail Bin Yahya berpasangan maju di Pilgub Kalteng, Selasa (27/8).
Dalam pamflet tersebut memuat slogan “Kalteng Harmonis” yang memiliki kepanjangan “Hebat, Amanah, Religius, Maju, Optimis, Nasionalis, Indah dan Sejahtera”. Di atas foto kedua tokoh itu juga tampak logo Partai NasDem di sebelah kiri dan logo Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di sebelah kanan.
Saat dikonfirmasi Tabengan, orang terdekat Willy M Yoseph, Yuandrey Serang membantah mengenai pamflet tersebut. Menurut dia, itu bukan dari pihaknya yang menyebarkan.
“Siapa yang bikin itu? Itu bukan dari kami yang bikin,” kata Yuandrey, Selasa malam.
Meskipun santer kabar berpasangannya Willy M Yoseph dan Habib Ismail Bin Yahya akan maju pada Pilgub Kalteng 2024, Yuandrey belum berani memastikan. Dia menegaskan, masih dalam tahap proses.
“Kita tidak berani mengatakan seratus persen berpasangan, cuman arah pasangannya ke Habib Ismail Bin Yahya, dia merupakan orang yang kita perhitungkan juga,” ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Desk Pilkada PKB Kalteng Muhammad Nasris Salamur Rohman mengaku, belum mengetahui soal poster yang tersebar di media sosial itu.
“Poster yang mana itu, tidak tahu saya,” kata Nasris saat dikonfirmasi. Terkait isu berpasangannya Willy M Yoseph dan Habib Ismail Bin Yahya, menurut Narsis belum ada arahan dari DPP PKB.
“Sampai hari ini sikap resmi DPP PKB masih belum diumumkan,” ucap Narsis.
Beredar Lembar BKWK NasDem dan PKB untuk Willy-Habib
Sementara itu beredar BKWK Nasdem yang ditanda tangani Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem Hermawi Fransziskus Taslim dan BKWK yang ditanda tangani Ketua Umum PKB H A Muhamin Iskandar dan Sekjen PKB H Hasanuddin Wahid untuk mengusung Willy M Yoseph dan Habib Ismail Bin Yahya.
Ketika dikonfirmasi Habib Ismail Bin Yahya belum berkomentar, begitu juga dengan Ketua Partai NasDem Kalteng Faridawati Darland Atjeh belum menanggapi konfirmasi Tabengan, Selasa (27/8) malam.
NasDem Belum Keluarkan Rekom
Sebelumnya, Ketua DPW Partai NasDem Kalteng Faridawaty Darland Atjeh menegaskan, sampai saat ini Partai NasDem masih belum mengumumkan siapa yang akan diusung dalam Pemilihan gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng.
Surat rekomendasi sendiri, lanjut Faridawaty, sudah ada di meja Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (SP).
“Selasa (28/8) saya akan menjalani pelantikan, dan rencananya usai pelantikan berangkat ke Jakarta untuk mengambil BKWK untuk diserahkan kepada calon yang akan diusung Partai NasDem. Jadi, sabar saja, pada saatnya akan diumumkan Partai NasDem secara langsung,” kata Srikandi Partai NasDem ini saat dikonfirmasi terkait calon yang akan direkom Partai NasDem, Selasa (27/8), di Palangka Raya.
Terkait dengan pamflet pasangan Willy-Habib yang memuat logo Partai NasDem, Wakil Ketua DPRD Kalteng ini dengan tegas, itu bukan dari Partai NasDem.
“Itu bukan dari Partai NasDem. Kita juga bertanya-tanya siapa yang membuat itu. Yang pasti bukan dari Partai NasDem,” tepis Faridawaty singkat.
Pasca putusan MK Nomor 60/PUU-XXII 2024 yang mengubah ambang batas pencalonan partai politik atau gabungan partai politik untuk mengusung pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah, sistem pencalonan memungkinkan PKB bergabung dengan partai non parlemen untuk mengusung calon.
PKB sendiri mendapatkan perolehan suara 8,34 persen pada Pemilu 2024. Hanya membutuhkan 1,66 persen untuk dapat mengusung calon, sesuai dengan aturan yang baru yakni 10 persen. Hal serupa juga berlaku bagi Partai NasDem. Perolehan suara mencapai 8,69 persen, memungkinkan Partai NasDem menggandeng partai non parlemen seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang rata-rata memiliki perolehan mencapai 1 persen lebih.
Hanura ke Nadalsyah-SKY
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Hanura Kalteng Heriadi mengatakan, Partai Hanura yang memiliki 1,9 persen suara sah pada Pileg 2024 telah melabuhkan dukungannya ke pasangan Nadalsyah-SKY di Pilgub Kalteng.
“Rekomendasi sudah keluar untuk Koyem dan Sigit tadi malam di jakarta,” kata Heriadi saat di konfirmasi via WhatsApp, Selasa (27/8).
Ia mengatakan, rekomendasi dari Partai Hanura akan diserahkan kepada Nadalsyah-Sigit K Yunianto sebelum mendaftarkan diri ke KPU Kalteng.
“Saya masih di Jakarta, besok saya terbang ke Palangka Raya untuk menyerahkan (rekomendasi),” ujarnya.
PSI ke Agustiar?
Sementara, PSI pada Pileg Kalteng memperoleh suara sah 1,7 persen juga telah memberikan arah dukungannya, namun belum membeberkan siapa calon yang diusung.
“Rekomendasi PSI untuk Pilgub Kalteng sudah, tapi saya belum melihat isi surat dukungan ke mana, tapi berdasarkan arah dukungan Gerindra di situlah arah dukungan PSI untuk Pilgub Kalteng,” kata ketua Harian DPD PSI Kalteng Rano Rahman.
PPP Belum Rekom Paslon
Sedangkan PPP menyatakan belum menentukan arah. “Komunikasi dengan beberapa partai sudah, tapi sampai detik ini kita dari PPP belum menentukan arah di Pilgub Kalteng,” kata Wakil Sekretaris DPW PPP Kalteng Yedi Samsudin, Selasa.
Hal senada disampaikan Ketua Umum DPW Partai Gelora Kalteng, Elyas. Menurutnya, Partai Gelora Kalteng sampai saat ini belum juga memberikan arah dukungannya ke salah satu paslon untuk Pilgub Kalteng 2024. Meskipun pada Selasa (27/8) sudah dimulai pendaftaran Pilkada Kalteng di KPU Kalteng.
“Kami bergabung ke Paslon yang sudah dapat tiket. Saat Ini sedang dikomunikasikan akan ke mana,” ungkap Elyas kepada Tabengan, tadi malam.
Saat ini yang sudah mendapatkan tiket untuk bertarung di Pilgub Kalteng ada 3 paslon, Koyem-SKY yang diusung PDIP dan Partai Demokrat dengan total 16 kursi. Kemudian, Abdul Razak-Sri Suwanto yang diusung Partai Golkar dan Partai Perindo dengan 9 kursi. Lalu Agustiar Sabran-Edy Pratowo yang diusung Gerindra, PKS dan PAN dengan total 11 kursi. rmp/jef/ded











