PURUK CAHU/TABENGAN.CO.ID – Ketua sementara DPRD Murung Raya (Mura) Bebie mengapresiasi langkah realisasi program Pengembangan Budidaya Kakao digelar selama dua hari, oleh pihak pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanikan) setempat. Menurutnya, langkah strategis yang dilakukan ini diharapkan, terus konsisten secara berkala dilakukan agar penyuluh dan petani komoditi kakao di Mura mendapatkan informasi dan teknologi langsung untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas hasil pertanian mereka.
“Kita mengapresiasi langkah strategis Pemkab Mura ini, tentunya Bimtek yang berakhir ini kita harapkan, dapat diserap dan diaplikasikan, baik oleh petani langsung maupun para penyuluh pertanian kita, khususnya untuk komoditi Kakao ini,” kata Politisi PDI Perjuangan ini, pekan kemarin.
Bebie juga menambahkan, melalui bimtek ini para petani, bakal menerapkan teknik budidaya yang efektif. Karena seperti diketahui bersama, seriusnya Pemkab Mura untuk pengembangan pertanian ini dengan mendatangkan pemateri khusus dari Puslitkoka Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur untuk mengembangkan dan berhasil dalam komoditi Kakao. “Kita mendorong dan mendukung untuk program pemda ini, tentunya untuk mensejahterakan para petani pekebun kita,” pungkasnya.
Pemkab Murung Raya melalui Dinas Pertanian dan Perikanan sebelumnya memberikan bimtek bagi petani kakao di Mura. Narasumber dari Pusat Penilitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) mengajari praktek ilmu budidaya pengembangan kakao sekaligus memberikan materi budidaya untuk puluhan penyuluh pertanian lapangan dan petani kakao se-kabupaten Murung Raya. Praktek terpusat di lahan milik salah satu pekebun kakao di Desa Mangkahui, Kecamatan Murung selama dua hari dari tanggal 29 sampai 30 Oktober.
Pj Bupati Murung Raya Hermon mengatakan, Pemkab membantu masyarakat melalui Distanik Murung Raya untuk pemberian bibit kakao yang berkualitas nantinya. “Ini adalah salah satu upaya kita memasyarakatkan gerakan tanamam kakao di Kabupaten Murung Raya dimana rencana kita untuk 10.000 hektar penanaman kakao itu bisa terlaksana kemudian masyarakat kita bantu dalam bibit dan dukungan – dukungan yang lain dalam rangka penanaman,” terangnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) Murung Raya Reyzal Samat mengatakan, pemilik lahan kakao di Desa Mangkahui, Kecamatan Murung tempat mereka melakukan Bimtek ini bernama Anang dengan lahan 20 hektar dengan tanaman kakao kurang kurang lebih 3000 pohon sekarang sudah berhasil panen untuk satu bulan sebanyak 300 kg kakao kering. “Ini tentu peluang yang sangat baik, maka dari itu saya mengajak masyarakat yang ingin berkebun kakao mari tanam kakao karena memiliki harga yang cukup menjajikan dimana per 1 kg berkisar antara Rp 70.000 sampai Rp 90.000 bahkan lebih,” kata Reyzal Samat.
Selain itu, ia juga berharap setelah dilakukannya pelatihan ini para penyuluh pertanian lapangan Kabupaten Murung Raya dan Kelompok tani Kakao se-kabupaten Murung Raya bisa bertambah ilmunya tentang pengembangan kakao dan juga ia menghanturkan ucapan terimakasih terhadap narasumber dari Puslitkakao. ist











