PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran, mengunjungi RSUD dr Doris Sylvanus, Rabu (12/3).
Kunjungan itu untuk memastikan pelayanan publik di bawah kepemimpinan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, dibidang kesehatan itu bisa berjalan optimal.
Dalam sidaknya, ia mengungkapkan beberapa aspek penting, termasuk pelayanan kesehatan dan pendidikan.
“Kami ingin memastikan pelayanan di bawah pimpinan provinsi itu prima. Contohnya seperti BPJS, tadi kami sidak dan menanyakan apakah masyarakat sudah memiliki BPJS. Ada yang sudah punya, ada juga yang belum. Kami juga ingin memastikan hal ini agar pelayanan kesehatan dapat dinikmati oleh semua warga,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, prioritas pembangunan pada sektor pendidikan, khususnya terkait Universitas Palangka Raya (UPR).
Ia mengungkapkan, program pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi Kalteng.
“Kemarin kami ke UPR, mereka meminjam gedung di lantai 5 salah satu gedung yang ada di RSUD dr Doris Sylvanus untuk dijadikan ruangan pendidikan spesialis kandungan. Maka menindaklanjuti dari permintaan tersebut, saya berkunjung ke sini. Saya melihat apa yang harus kami siapkan karena ini penting sekali. Apalagi, dalam diskusi kemarin, mereka menyampaikan, Fakultas Kedokteran sudah mencapai 75 persen dari target pengembangan, yang sebelumnya sulit dicapai,” ungkapnya.
Agustiar juga menyinggung permohonan dukungan anggaran sebesar Rp3,5 miliar yang diajukan Fakultas Kedokteran UPR.
“Kami ingin cek dulu, kalau memang betul kebutuhannya, ya kami akan pertimbangkan. Saat anggaran disusun, UPR sebagai universitas negeri tentu terdampak, jadi harus ada kajian yang jelas. Dukungannya akan difokuskan pada administrasi kedokteran dan perlengkapan praktik,” jelasnya.
Selain itu, Agustiar juga menegaskan prioritas pembangunan di Kalteng tentu mementingkan aspek kesehatan dan pendidikan.
“Pendidikan ini salah satu prioritas kami, begitu juga dengan upaya peningkatan kesehatan. Kami ingin memastikan pelayanan publik berjalan maksimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya kembali.
Dalam kajian pemerintah, semua langkah yang diambil bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami pastikan semuanya sesuai kebutuhan masyarakat. Kami terus melakukan evaluasi agar pelayanan publik semakin baik,” tutupnya.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Suyuti Syamsul mengatakan, kedatangan Gubernur Kalteng adalah untuk memastikan pelayanan tetap berjalan saat bulan puasa dan menjelang lebaran.
“Meskipun demikian rumah sakit juga punya mekanisme, karena tidak semuanya puasa karena ada sebagian yang tidak beragama Islam. Cuti pun kita atur meskipun beragama islam tetap kita atur sehingga rumah sakit tidak boleh tidak beraktivitas,” ujarnya.
Kemudian, Gubernur juga memastikan pelayanan yang dibiayai oleh pemerintah provinsi berjalan baik. Ia mengungkapkan ada dua mekanisme, mekanisme pertama mekanisme BPJS yang berjumlah 600 an ribu penduduk Kalteng, BPJS yang dibiayai full oleh pemerintah provinsi dan ada yang dibagi dengan pemerintah pusat.
“Ternyata walaupun masyarakat Kalteng sudah 104 persen peserta BPJS, ternyata masih ada yang tidak menjadi peserta BPJS karena ini masalah data, kemudian ada yang mandiri itu tidak aktif dan menunggak iuran itu semua kita atasi,” sebutnya.
Ia juga mengatakan, apa yang dijanjikan Gubernur Kalteng dalam program Huma Betang secara tidak resmi sudah berjalan.
“Contohnya kalau ada pasien yang mau dirujuk dan tidak mampu, itu kan dibiayai oleh Doris Sylvanus, dimulai dari transportasi, biaya hidup menunggu, biaya makannya, biaya kostnya jika di Jakarta, Surabaya dan Banjarmasin itu kita biaya semua tinggal diintegrasikan dalam kartu Huma Betang, jadi dari sisi kesehatan untuk program Huma Betang itu kita sudah sangat siap sekali,” terangnya.
Kemudian, kunjungan Gubernur ini lanjutnya, untuk menindaklanjuti pembicaraan dengan Rektor UPR terkait dengan rencana program pendidikan dokter spesialis.
“Ini sebuah langkah maju karena kalau selama ini kan dokter-dokter di Kalteng mengambil spesialisas nya diluar Kalteng, jadi ini kita adakan untuk ahli kebidanan dan ini 100 persen masyarakat Kalteng yang dididik ini nanti bulan April mulai berjalan,” sebutnya.
Ia menuturkan pendidikan spesialis tersebut melibatkan kerja sama 4 pihak, RSUD dr Doris Sylvanus sebagai tempat pendidikan, kemudian Rumah Sakit Hasan Sadikin, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran dan Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya.
Ia mengungkapkan, saat ini yang menjadi kendala adalah ruangan untuk pembelajaran, sehingga menurut perhitungan UPR membutuhkan dana Rp3,5 miliar, Rp 1 miliar itu komitmen UPR ke Universitas Padjajaran, kemudian Rp2,5 miliar untuk memperbaiki aula yang di RSUD dr Doris Sylvanus. ldw











