-
Spirit Kalteng

Mediasi Sengketa Lahan Antara PT AKPL dan Tison Buntu

41
×

Mediasi Sengketa Lahan Antara PT AKPL dan Tison Buntu

Sebarkan artikel ini
Teks Foto :Asisten II Adhian Noor saat mewakili Bupati Seruyan, terkait Mediasi Sengketa Lahan Antara PT AKPL dan Saudara Tison Masih Belum Temui Titik Temu, di aula Kantor  Bupati Seruyan.
-

KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID– Mediasi antara PT Agro Karya Prima Lestari (AKPL) dan saudara Tison terkait sengketa lahan di Desa Ayawan, Kecamatan Seruyan Tengah, kembali digelar di Aula Kantor Bupati Seruyan. Mediasi ini dipimpin oleh Asisten II Adhian Noor yang mewakili Bupati Seruyan dan turut dihadiri Kapolres Seruyan, Kepala Dinas Kesbangpol, serta instansi terkait, Senin (19/5/2025).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari mediasi sebelumnya yang berlangsung pada 15 Mei 2025, namun pada saat itu saudara Tison tidak hadir tanpa pemberitahuan.

Dalam mediasi pertama, pihak PT AKPL menyampaikan bahwa lahan seluas 42,72 hektar yang dipermasalahkan telah melalui proses ganti rugi senilai Rp196.125.000 sesuai ketentuan yang berlaku. Rincian dokumen ganti rugi pun telah diserahkan kepada tim.

Kepala Dinas Kesbangpol dalam sambutannya menjelaskan alasan pihaknya terlibat dalam proses mediasi.

“Kesbangpol tergabung dalam Tim Penanganan Konflik Sosial yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Seruyan, di mana sekretariatnya berada di Kesbangpol,” ujarnya.

Ia juga merinci susunan tim yang terdiri dari Bupati Seruyan sebagai ketua, Kapolres sebagai Wakil Ketua I, Kajari Seruyan sebagai Wakil Ketua II, serta perwakilan Kodim 1015/Sampit, Sekda Seruyan, dan instansi terkait lainnya.

Dalam arahannya, Kapolres Seruyan menekankan bahwa mediasi ini fokus pada penyelesaian sengketa lahan semata.

“Kami di sini berperan sebagai mediator untuk mencari solusi. Fokus kita adalah penanganan sengketa, tidak lebih dari itu dan tidak melebar,” tegasnya.

Pada mediasi kali ini, saudara Tison akhirnya hadir dan menyampaikan pernyataannya. Ia menegaskan bahwa konflik sosial yang terjadi tidak ada kaitannya dengannya dan meminta agar lahannya dikembalikan seperti semula. Namun, Tison belum menyerahkan dokumen pendukung yang diperlukan.

Mediasi belum menghasilkan keputusan final. Rapat lanjutan dijadwalkan pada Senin, 26 Mei 2025, dengan harapan pihak saudara Tison dapat menyerahkan dokumen-dokumen pendukung untuk diverifikasi oleh tim.ist

 

 

 

-
-
-