PELATIHAN-DWP Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar pelatihan kewirausahaan ekonomi berbasis lingkungan dan digital di Aquarius Boutique Hotel Sampit Selasa (22/7/2025).FOTO ISTIMEWA
SAMPIT/ Tabengan.co.id
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar pelatihan kewirausahaan ekonomi berbasis lingkungan dan digital di Aquarius Boutique Hotel Sampit Selasa (22/7/2025).
Mengambil tema pemanfaatan limbah sisik ikan jelawat dan teknik pemasaran produk secara digital kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Andy Ismail yang menyampaikan teknik pemasaran digital, serta Anyi yang mempraktikkan cara membuat bros dari sisik ikan jelawat.
Dalam sambutannya Ketua DWP Kotim Halimah Masri mengatakan sebagaimana diketahui Kabupaten Kotim memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah termasuk hasil perikanan seperti ikan Jelawat yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
“Ikan jelawat tidak hanya dikenal dengan rasanya yang khas dan nilai gizi yang tinggi tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pembudidaya pelaku usaha olahan hasil perikanan,” ujarnya.
Namun demikian dalam proses pengolahan ikan Jelawat seperti pembersihan dan pengemasan terdapat sisa limbah organik yang jumlahnya tidak sedikit terutama bagian sisik ikan selama ini limbah tersebut cenderung dianggap tidak berguna sehingga langsung dibuang begitu saja tanpa pengolahan lebih lanjut.
“Akibatnya selain menjadi beban bagi lingkungan karena berpotensi mencemari perairan dan menimbulkan bau limbah tersebut juga menjadi potensi ekonomi yang terabaikan,” nilainya.
Untuk itu lanjutnya dengan inovasi dan keterampilan yang tepat limbah yang selama ini dianggap tidak berguna justru dapat menjadi sumber penghasilan baru yang ramah lingkungan. Melalui pelatihan tersebut para peserta yang merupakan anggota DWP Kotim didorong untuk dapat melihat peluang dari limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk kreatif dan berdaya jual.
“Sehingga ini merupakan bentuk nyata praktik ekonomi berbasis lingkungan di mana kita tidak hanya mengurangi limbah tapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat,” terangnya.
Selain fokus pada pengolahan limbah sisik ikan menjadi produk bernilai guna pelatihan ini juga dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar maupun lanjutan dalam pemasaran digital. Dimana lebih dari sekedar mengenakan produk pemasaran digital memungkinkan interaksi langsung dengan konsumen, membangun kepercayaan dengan testimoni dan ulasan serta menganalisis perilaku pasar melalui data dan statistik. Oleh karena itu pemasaran digital bukan lagi dinilai menjadi pelengkap namun menjadi kebutuhan pokok dalam dunia kewirausahaan saat ini.
Sementara itu Ketua Panitia Pelatihan Pariati Umar, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota DWP serta masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.
“Kabupaten kita kaya akan sumber daya, namun pengelolaan limbah seperti sisik ikan masih minim. Padahal, jika dimanfaatkan, dapat menghasilkan produk kerajinan yang punya nilai jual,” kata Pariati.
Kegiatan diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari pengurus DWP Kabupaten, perwakilan dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), dan perwakilan dari kecamatan. (C-May)





