
Sekretaris Steering Committee (SC) Musda Golkar Kalteng, Siti Nafsiah saat diwawancarai awak mediaPALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.IDPartai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Tengah (Kalteng) akan segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI yang akan berlangsung pada 3–6 Agustus 2025 di Kota Palangka Raya. Musda ini dipastikan akan menjadi ajang strategis sekaligus penentu arah kepemimpinan DPD Partai Golkar Kalteng ke depan.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia direncanakan hadir langsung membuka acara tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Sekretaris Steering Committee (SC) Musda Golkar Kalteng Siti Nafsiah, saat ditemui, Kamis (24/7).
“Insyaallah, Pak Ketum Bahlil akan hadir di Kalteng. Jadwalnya sudah ditetapkan oleh DPP, dan setelah dari sini beliau akan melanjutkan agenda ke Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Menurut Nafsiah, persiapan panitia berjalan lancar dan hampir rampung. Baik SC maupun organizing committee (OC) telah menyiapkan seluruh rangkaian acara secara terstruktur dan profesional.
“Kami dari SC bersama OC memastikan semua berjalan sesuai juklak dari DPP. Tidak ada improvisasi, kami patuh terhadap arahan pusat,” tambahnya.
Menjelang Musda, dinamika internal partai mulai memanas. Dua nama mencuat kuat sebagai kandidat Ketua DPD Golkar Kalteng, yakni Fairid Naparin dan Edy Pratowo. Keduanya merupakan kader dengan track record yang bagus di perpolitikan Kalteng.
Fairid Naparin, Wali Kota Palangka Raya yang sekaligus Ketua DPD II Golkar kota tersebut, dikabarkan telah mengamankan dukungan dari 12 DPD II kabupaten/kota. Sementara Edy Pratowo, Wakil Gubernur Kalteng yang juga mantan Bupati Pulang Pisau serta eks Ketua DPD II Golkar Pulang Pisau, tak kalah mendapat dukungan politik dari sejumlah elite internal.
“Kedua nama itu yang paling sering disebut, baik di internal partai maupun di media. Keduanya sama-sama kader senior dan punya rekam jejak jelas di Golkar,” kata Nafsiah.
Bahkan sebelumnya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, sempat menyatakan dukungan terhadap keduanya untuk maju dalam Musda, sebuah sinyal kuat bahwa perebutan kursi Ketua DPD Golkar Kalteng akan berlangsung dinamis namun tetap kompetitif.
Selain dua nama utama tersebut, sempat muncul desakan dari sejumlah daerah agar Mukhtarudin, anggota DPR RI Fraksi Golkar asal Kalteng, ikut bertarung. Namun hingga kini, belum ada sikap resmi dari yang bersangkutan.
“Isunya memang ada, beberapa daerah ingin beliau maju. Tapi dari Pak Mukhtarudin sendiri belum ada sinyal kesediaan. Beliau masih fokus di DPR RI,” terang Nafsiah.
Musda XI Golkar Kalteng akan melibatkan 20 pemilik suara sah. Rinciannya adalah DPD I Provinsi (1 suara), 14 DPD II Kabupaten/Kota (14 suara), DPP (1 suara), organisasi pendiri dan yang didirikan (masing-masing 1 suara), serta dua suara dari sayap partai (perempuan dan pemuda).
Sesuai mekanisme, pemilihan dapat dilakukan secara aklamasi apabila salah satu kandidat mengantongi minimal 50 persen plus satu suara, yakni 11 dari total 20 suara yang ada.
“Kalau ada yang sudah memenuhi ambang dukungan itu, bisa saja aklamasi. Tapi semua tergantung pemilihan,” ucap Nafsiah.
SC akan segera mengumumkan jadwal dan mekanisme pendaftaran sesuai arahan dari DPP.
“Pendaftaran belum kami buka karena masih menunggu keputusan final SC. Segera akan kami umumkan, termasuk jadwal pengambilan dan pengembalian formulir,” jelas Nafsiah.
Ia menegaskan, seluruh proses akan dilakukan transparan dan tetap mengacu pada petunjuk pelaksanaan dari DPP Golkar.
“Tidak ada penambahan ataupun pengurangan aturan. Kami jalankan amanah partai seutuhnya,” pungkasnya. jef





