PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memaksimalkan berbagai potensi pendapatan asli daerah (PAD), termasuk dari pajak alat berat, pelat KH, serta pajak air permukaan. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalteng Leonard S Ampung, di Palangka Raya, Selasa (9/9).
“Pajak alat berat itu kan sekarang dimaksimalkan oleh Pemprov. Kita tetap berkolaborasi tentunya dengan beberapa stakeholder, termasuk pemerintah kabupaten dan kota. Karena opsi pajak ini mereka juga mendapatkan persentase yang lebih besar dari provinsi,” ucap Leonard.
Ia menegaskan, langkah bersama ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan daerah.
“Kita harapkan gerakan bersama ini juga bisa bersama-sama kita untuk meningkatkan dari pajak alat berat ini. Nah, mengenai progres yang sudah dilakukan, tentunya kita sedang mendata dan mendata terus. Dan kita sedang berkolaborasi dengan semua pengampu utama dari masing-masing investor perusahaan,” jelasnya.
Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di Kalteng perlu terbuka dalam menyampaikan informasi mengenai alat berat yang mereka miliki.
“Kita harapkan mereka terbuka untuk memberikan informasi tentang alat berat yang dimiliki mereka. Tentunya kita melihat kepada regulasi yang ada. Sementara ini mengimbau, karena mereka adalah berdomisili dan berusaha di Kalimantan Tengah. Artinya juga mereka harus peduli terhadap masyarakat di sekitar Kalimantan Tengah untuk pembangunan Kalimantan Tengah melalui pajak yang mereka bayarkan kepada pemerintah,” tegas Leonard.
Selain pajak alat berat, Pemprov Kalteng juga memperkuat penerapan penggunaan pelat KH.
“Pelat KH kita maksimalkan, kita imbau terus. Kemudian juga mereka menabung di Bank Kalteng juga. Kemudian juga menggunakan BBM, bahan bakar minyak yang berasal dari Kalimantan Tengah ini juga kita maksimalkan,” terangnya.
Tak hanya itu, optimalisasi juga menyasar sektor pajak air permukaan. Leonard mengatakan, saat ini Bapenda Kalteng sedang menyiapkan perangkat untuk mengawasi penggunaan air permukaan oleh perusahaan.
“Pajak air permukaan ini sedang kita sosialisasikan terus. Dan dari teman-teman kita dari Bapenda ini sedang menyiapkan peralatan yang nantinya bisa dipasang di masing-masing perusahaan, sehingga kelihatan penggunaannya,” pungkas Leonard. ldw





