-
Spirit Kalteng

Banjir Terjang Kobar dan Kotim

52
×

Banjir Terjang Kobar dan Kotim

Sebarkan artikel ini
TINJAU- Bupati Kobar Hj Nurhidayah meninjau lokasi banjir dan longsor di Kecamatan Kumai. FOTO ISTIMEWA
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Beberapa hari ini, Kota Pangkalan Bun dan sekitarnya diguyur hujan. Akibat tingginya intensitas curah hujan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diterjang banjir bahkan longsor. Banjir juga menimpa beberapa kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bupati Kobar Hj Nurhidayah didampingi Sekretaris Daerah Kobar Rody Iskandar, meninjau langsung ke lokasi kejadian, Kamis (11/9).

Untuk Kecamatan Kumai, wilayah yang terkena banjir dan longsor yakni di Desa Sungai Kapitan. Satu rumah mengalami kerusakan akibat longsor, selain itu banjir setinggi 20-30 cm menggenangi 30 rumah yang ada di RT 06, Desa Kapitan.

Sementara itu, di Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai, mengalami kondisi yang sama, ada 30 rumah terendam banjir. Selain itu,  genangan air pun terjadi di Kelurahan Kumai Hulu RT 02.

Ketika melakukan peninjauan, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah kepada warga yang saat ini terkena musibah.

“Pada saat banjir maupun longsor di Kecamatan Kumai ini, begitu menerima laporan, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar langsung turun ke lapangan untuk penanganan awal. Banjir dan longsor ini terjadi karena curah hujan tinggi,” kata Bupati Kobar.

Menurut dia,  selain curah hujan tinggi, penyebab lainnya adalah aliran yang tersumbat, sehingga dibutuhkan normalisasi aliran sungai yang saat ini mulai mengalami pendangkalan.

“Untuk penanganan banjir di beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Kumai ini, untuk jangka panjang akan dilakukan normalisasi aliran sungai,  karena sungai yang ada saat ini mulai mengalami pendangkalan, sehingga air meluap ke pemukiman penduduk bahkan ke jalan raya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu,  Bupati juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan cara bergotong royong, terutama di daerah-daerah yang rawan banjir.

“Hidupkan kembali gotong royong, apakah setiap hari Jumat ataupun Minggu. Gotong royong membersihkan lingkungan ini sangat penting, terutama untuk membersihkan sumbatan dari sampah maupun  endapan tanah. Dengan lingkungan bersih dan sungai yang bersih, maka aliran akan lancar, selain itu akan terhindar dari penyakit,” beber Nurhidayah.

TERENDAM- Banjir mulai merendam badan jalan dan rumah-rumah warga di Kecamatan Bukit Santuai, Kotim. FOTO ISTIMEWA

5 Kecamatan di Kotim Terendam

Sebanyak 5 kecamatan di Kabupaten Kotim diinformasikan diterjang bencana banjir. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotim Multazam mengatakan, kelima kecamatan yang mengalami bencana banjir: Kecamatan Parenggean, Telaga Antang, Antang Kalang, Bukit Santuai dan Tualan Hulu.

“Dari 5 kecamatan tersebut ada 10 desa yang mengalami banjir,” terangnya, Jumat (12/9). Kondisi air banjir yang merendam di tiap desa di kecamatan, bervariasi. Ia mencontohkan, seperti kondisi di Desa Lubuk Bagantung Kecamatan Bukit Santuai, akibat banjir di desa tersebut Puskesmas Pembantu yang ada di di lokasi tersebut tidak dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat karena terendam banjir.

Kemudian di Kecamatan telaga Antang, beberapa Jalan antardesa kondisi yang terputus yakni antar-Jalan Desa Beringin Agung menuju Desa Agung Mulya dan Desa Tanjung Harapan. Saat ini telah dilakukan pembuatan jembatan darurat oleh masyarakat bersama-sama dengan cara gotong royong untuk dapat mengfungsionalkan jembatan tersebut.

“Lokasi-lokasi yang saat ini mengalami banjir memang merupakan lokasi langganan banjir. Meski demikian, saya minta semua warga tetap waspada dengan kondisi dan situasi yang ada,” kata Multazam. c-uli/c-may

 

-
-
-