+150 Rumah Warga Rusak, Pemkab Kapuas Gerak Cepat
KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Kapuas bergerak cepat menangani dampak bencana banjir/longsor, angin puting beliung disertai hujan es yang melanda di antaranya wilayah Kecamatan Dadahup dan Kapuas Murung pada Jumat (3/10) sore.
Laporan sementara tercatat lebih dari 150 rumah warga mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Proses pendataan masih terus berlangsung oleh tim gabungan dari pemerintah daerah dan aparat setempat, guna memastikan jumlah pasti warga terdampak.
Bupati Kapuas HM Wiyatno didampingi Wakil Bupati Dodo, Kapolres AKBP Gede Eka Yudharma, Sekretaris Daerah Usis I Sangkai, serta sejumlah kepala perangkat daerah, meninjau langsung lokasi terdampak pada Sabtu (4/10).
Bupati menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat bagi para korban.
“Pemerintah akan membantu seluruh rumah yang terdampak melalui program bedah rumah, bukan dalam bentuk uang tunai. Ini agar penanganannya seragam dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan agar pendataan dilakukan secara akurat dan cepat, dengan target penyelesaian dalam satu hingga dua hari, serta penanganan tuntas dalam waktu satu bulan.
Sekretaris Daerah Kapuas Usis I Sangkai, turut menekankan pentingnya ketelitian dalam pendataan, baik terhadap rumah warga maupun fasilitas umum yang rusak, seperti sekolah dan puskesmas.
“Pendataan harus benar-benar akurat agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kendala administrasi. Setelah data terkumpul, perangkat daerah terkait harus segera menindaklanjutinya di lapangan,” ujarnya.
Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka Yudharma menyatakan kesiapan jajarannya bersama TNI dalam mendukung proses penanganan, termasuk dalam pendataan, pengamanan, serta distribusi bantuan.
“Kami bersama TNI siap mendukung pemerintah daerah dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” katanya.
Sementara itu, Dinas Sosial bersama BPBD Kabupaten Kapuas telah menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi terpal, alas tidur, selimut, paket perlengkapan keluarga (family kit), serta kebutuhan pokok seperti mie instan.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga, sembari menunggu pelaksanaan perbaikan rumah secara menyeluruh melalui program yang telah disiapkan pemerintah.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kapuas Pangeran Sujuaon Pandiangan menyebut, kejadian ini akibat cuaca ekstrem dan angin kencang yang disertai hujan deras. Dari laporan yang diterima BPBD Kapuas, musibah ini terjadi pada Jumat (3/10) sekitar pukul 16.00 Wib ketika sebagian warga sedang beristirahat.
Setidaknya ada lima desa yang terdampak, yakni Desa Bentuk Jaya, Desa Bina Jaya, Desa Harapan Baru, dan 2 desa di wilayah Kapuas Murung seperti Desa Rawa Subur dan Desa Suka Reja.
Banjir Kapuas Hulu
Selain hujan es dan angin puting beliung, sejumlah kawasan di Kabupaten Kapuas juga dilanda bencana alam banjir, Jumat (3/10) hingga Minggu (5/10). Seperti di Desa Tumbang Puroh Kecamatan Kapuas Hulu, meskipun debit air mengalami penurunan, tapi masih merendam rumah-rumah warga. Akibat ketinggian air 2 sampai 3 meter, warga sementara memilih tetap bertahan di tempat pengungsian.
Yanto, Kepala Desa Tumbang Puroh, mengatakan, banjir yang melanda desa mereka terjadi sejak Jumat (3/10) pagi, karena tingginya curah hujan yang terjadi sejak pukul 09.00 Wib. Debit air sangat cepat naik hingga ada rumah warga yang hanya terlihat atapnya saja, Minggu (5/10).
“Musibah banjir ini sudah dilaporkan kepada Camat dan Bupati melalui BPBD. Kami sangat berharap agar dapat segera mendapat perhatian, karena warga di pengungsian belum bisa melaksanakan aktivitas kesehariannya,” katanya.
Terpisah, Kalaksa BPBD Kapuas Pangeran Sujuaon Pandiangan, Minggu, melalui telepon mengatakan, terkait musibah banjir ini sambil menunggu laporan valid dari Camat maupun pihak pemerintahan desa mengenai data korban. Pihaknya sudah melakukan langkah-langkah yaitu mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan oleh para korban.
“Agar jangan sampai ada yang terlewatkan, sembari menunggu data akurat baik itu dari Camat maupun desa yang terdampak untuk berapa jumlah korban, sehingga bantuan sebagai keperluan dasar dapat dikirimkan sesegera mungkin. Kemudian tim TRC kita juga sudah bergerak turun kelapangan untuk melihat secara langsung kondisi terkini guna update kejadian sebagai laporan,” katanya.
Dari data sementara, warga yang terdampak banjir terdiri dari 3 desa. Desa Dirung Koram 16 KK, Hurung Tanpang 18 KK dan Tumbang Puroh 110 KK, sementara 2 Desa seperti Tangirang dan Baronang 2 masih belum diketahui akibat terputusnya jalur komunikasi.
Tidak itu saja, akibat luapan anak sungai besar, arus transportasi dari Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas-Sei Hanyo dan menuju Kabupaten Murung Raya juga dikabarkan sempat putus terendam air dan tumbangnya beberapa tiang aliran listrik yang melintang ruas jalan. c-yul/mmc.kapuas











