-
PEMPROV KALTENG

JAKARTA FASHION WEEK 2026-Huma Betang Lantunan Meniti Kenangan Tampil Memukau

64
×

JAKARTA FASHION WEEK 2026-Huma Betang Lantunan Meniti Kenangan Tampil Memukau

Sebarkan artikel ini
PRESTASI- Ketua Dekranasda Provinsi Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran saat partisipasi dalam JFW 2026, di Jakarta, Jumat (31/10). FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalteng, daerah ini turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW) 2026, dengan menampilkan karya bertema Huma Betang Lantunan Meniti Kenangan.

Kolaborasi istimewa bersama desainer ternama nasional Ayu Dyah Andari itu berlangsung megah di Pondok Indah Mall 3, Jakarta, pada Jumat (31/10).

Ajang JFW dikenal sebagai panggung terbesar lahirnya inovasi dan tren baru di dunia fesyen Indonesia. Tahun ini, perhelatan tersebut tampil lebih istimewa karena tidak hanya menonjolkan sisi modernitas, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya Nusantara. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah penampilan karya bernuansa tradisi khas Kalteng.

Dalam kesempatan tersebut, Kalteng membawakan wastra khas daerah seperti benang bintik bermotif batang garing, burung enggang, serta berbagai flora khas yang diolah menjadi busana kontemporer nan elegan. Tak hanya itu, produk kerajinan rotan dan kuliner khas daerah hasil karya pelaku UMKM Kalteng turut dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif lokal.

Ketua Dekranasda Provinsi Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran mengatakan, partisipasi Kalteng dalam JFW 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui wastra yang sarat makna dan filosofi.

“Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya kita memperkenalkan wastra Kalteng yang memiliki nilai filosofi tinggi, simbol kebersamaan, serta semangat pelestarian kearifan lokal,” ujarnya.

Aisyah menambahkan, melalui ajang tersebut, Dekranasda ingin memperluas jangkauan promosi wastra khas daerah agar bisa menembus pasar yang lebih luas.

“Ke depannya wastra Kalteng itu tidak hanya kita perkenalkan di panggung nasional, tapi insya Allah mudah-mudahan nanti juga bisa terus berlanjut kerja sama kita, sehingga nantinya bisa membawa wastra Kalteng ke tingkat internasional,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaan Kalteng dalam ajang JFW menjadi sarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Di balik setiap wastra yang dipamerkan, ada para perajin dan pelaku UMKM yang berperan besar dalam menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah,” jelasnya.

Sementara itu, desainer nasional Ayu Dyah Andari mengungkapkan bahwa koleksi yang ditampilkannya terinspirasi dari nilai-nilai budaya Dayak dan filosofi Huma Betang.

“Huma Betang sendiri merupakan rumah khas Kalteng. Di sini saya lebih mengartikan Huma Betang sebagai kampung halaman, tempat di mana nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong tumbuh,” ujarnya.

Ayu menjelaskan, melalui tema Huma Betang Lantunan Meniti Kenangan, ia ingin mengajak penonton menelusuri makna rumah besar sebagai simbol keharmonisan masyarakat Kalteng.

“Sebanyak 33 koleksi akan saya tampilkan, dimulai dari ready to wear, future wear, hingga busana pesta dan pernikahan,” katanya.

Lebih lanjut, Ayu menjelaskan bahwa dalam 33 koleksi tersebut, ia mengangkat filosofi warna “5 Ba”, yaitu hijau (Bahijau), merah (Bahandang), putih (Baputi), kuning (Bahenda), dan hitam (Babilem), yang merepresentasikan kekhasan warna dalam budaya Kalteng.

Koleksi busana tersebut ditampilkan dalam tiga segmen berbeda. Pertama, ready to wear dengan sentuhan bordir flora khas Kalteng dan teknik anyaman rotan. Kedua, batik benang bintik dengan motif flora seperti kelakai yang melambangkan kesuburan, anggrek hitam sebagai simbol keindahan alam, dan buah ketiau yang berarti kemakmuran. Ketiga, busana bordir penuh yang dihiasi batu khas Kalteng, yakni batu kecubung.

Aisyah menambahkan, dukungan penuh dari Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran beserta jajaran pemerintah daerah menjadi kunci sukses kolaborasi tersebut.

“Berkat dukungan Bapak Gubernur dan seluruh pihak, Dekranasda Kalteng bisa membawa nama daerah ini bersinar di panggung besar seperti Jakarta Fashion Week,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah kolaboratif ini tidak akan berhenti di ajang JFW 2026. Dekranasda Kalteng akan terus berpartisipasi dalam berbagai event fesyen di tingkat nasional dan internasional guna memperkuat eksistensi dan memperluas jangkauan promosi wastra Kalteng.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Tengah Natalin Leonard S. Ampung, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian dan promosi budaya daerah melalui dunia fesyen. ldw

 

 

-
-
-