DPRD PALANGKA RAYA

Arif M Norkim: Sekolah Rakyat Belum Mendesak

20
×

Arif M Norkim: Sekolah Rakyat Belum Mendesak

Sebarkan artikel ini
Arif M Norkim: Sekolah Rakyat Belum Mendesak
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif M. Norkim

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO-Wacana pemerintah pusat untuk membangun sekolah rakyat sebagai solusi akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu menuai beragam tanggapan. Di Palangka Raya, anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif M. Norkim, menilai rencana tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak di Kota Cantik ini.

Menurut Arif, program pendidikan gratis yang telah dijalankan pemerintah daerah selama ini sudah mampu menjangkau berbagai kalangan, termasuk masyarakat kurang mampu. Dimana Sekolah negeri masih tersedia dan bisa diakses masyarakat secara gratis, sehingga, urgensi sekolah rakyat dirasa belum ada.

“Bagi kita ini lah, sekolah rakyat itu belum penting-penting amat. Karena sekolah pemerintah masih ada,” ujar Arif belum lama ini.

Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, alih-alih membangun lembaga pendidikan baru, pemerintah seharusnya lebih fokus pada peningkatan kualitas sekolah yang sudah ada. Ia menyoroti perlunya peningkatan mutu pengajaran, perbaikan fasilitas, serta penambahan anggaran pendidikan.

“Kalau kurang ditingkatkan, kalau kurang kualitasnya ditambahi kualitasnya. Kalau kurang anggarannya, kasih anggaran,” jelasnya.

Arif juga menyinggung tantangan teknis yang tidak bisa dianggap remeh dalam mendirikan sekolah rakyat. Mulai dari kebutuhan lahan, pembangunan infrastruktur, hingga ketersediaan tenaga pengajar, semuanya membutuhkan perencanaan matang dan anggaran yang tidak sedikit.

“Untuk membangun sekolah rakyat itu tidak segampang yang dipikirkan orang banyak,” ujarnya.

Meski demikian, Arif menegaskan bahwa ia tetap mendukung setiap langkah pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, ia mengingatkan pentingnya evaluasi sebelum kebijakan besar diluncurkan.

Arif pun mengajak semua pihak untuk tidak gegabah mengambil keputusan. Ia menekankan pentingnya melihat karakteristik dan kebutuhan daerah secara spesifik sebelum mewujudkan program seperti sekolah rakyat. “Dilihat dulu karakteristik kotanya, kabupatennya,” tutupnya. nws