PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Tengah menyambut positif sosialisasi Program Studi Magister (S2) Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR), sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian dan perkebunan.
Kehadiran tim UMPR yang dipimpin Dekan Fapertahut Dr Rita Rahmaniati, bersama Kaprodi S2 Ilmu Pertanian Dr Saijo SP MP, diterima langsung oleh Kepala Disbun Kalteng Rizky Badjuri beserta pejabat struktural dan staf, baru-baru ini di Palangka Raya.
“Kami sangat mengapresiasi langkah UMPR membuka program magister ini. Dunia perkebunan membutuhkan SDM yang kompeten dan terdidik untuk menjawab tantangan sektor pertanian ke depan,” kata Rizky.
Ia menilai hadirnya S2 Ilmu Pertanian UMPR akan membantu aparatur pemerintah dan pelaku perkebunan di Kalteng meningkatkan kapasitas profesionalnya. Terlebih, program tersebut menyediakan lima konsentrasi peminatan yang relevan dengan kebutuhan daerah, mulai dari ilmu tanaman hingga agribisnis.
“Program ini bisa menjadi kesempatan baik bagi ASN, tenaga teknis, maupun masyarakat pelaku perkebunan untuk memperkuat keilmuan. Pada akhirnya, peningkatan kompetensi ini akan berdampak pada kualitas layanan dan pembangunan subsektor perkebunan,” ujarnya.
Rizky juga menegaskan bahwa Disbun Kalteng terbuka terhadap berbagai kerja sama akademik yang dapat mendukung peningkatan kapasitas SDM dan pengembangan sektor perkebunan daerah.
“Kami sangat mendukung program pendidikan lanjutan seperti ini. Semoga semakin banyak ASN dan pelaku perkebunan di Kalteng yang memanfaatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister,” tambahnya.
Sosialisasi yang diberikan UMPR juga mencakup informasi mengenai durasi pendidikan, biaya kuliah, serta lima konsentrasi peminatan yang ditawarkan. Disbun berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat terus diperkuat guna menyiapkan sumber daya manusia perkebunan yang unggul dan berdaya saing.(Ldw).











