DPRD MURUNG RAYA

DPRD Dukung Gerakan Lawan Pernikahan Dini

28
×

DPRD Dukung Gerakan Lawan Pernikahan Dini

Sebarkan artikel ini
DPRD Dukung Gerakan Lawan Pernikahan Dini
NIKAH DINI-Kegiatan Opening Ceremony Implementasi Program Gerakan Remaja Lawan Pernikahan Dini di Aula RSUD Puruk Cahu, Senin (21/7). FOTO ISTIMEWA

PURUK CAHU/TABENGAN.CO.ID – Wakil Ketua I DPRD Murung Raya (Mura) Dina Maulidah turut menghadiri kegiatan Opening Ceremony Implementasi Program Gerakan Remaja Lawan Pernikahan Dini di Aula RSUD Puruk Cahu, Senin (21/7). Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Mura bekerja sama dengan dua perusahaan pertambangan.

Dina mendukung gerakan tersebut karena pernikahan dini berdampak dalam banyak faktor termasuk diantaranya dari segi faktor kesehatan ibu dan anak. Dimana saat melahirkan dalam usia dini, dapat berbahaya bagi keselamatan ibu dan anak.

Selain dari faktor kesehatan, kelangsungan pendidikan remaja juga terancam putus. Pasalnya, jika remaja sudah menikah, maka terdapat kecenderungan untuk putus sekolah.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak tanggal 21 hingga 24 Juli 2024. Program ini digelar sebagai bentuk upaya konkret dalam mencegah terjadinya pernikahan usia dini, yang masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk di Mura.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati (Wabup) Mura Rahmanto Muhidin, Kepala Dinas Kesehatan Suwirman Hutagalung, jajaran Perangkat Daerah terkait, perwakilan PT AMI, PT MC, narasumber dari Provinsi Kalimantan Tengah, kepala sekolah, guru, siswa, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Mura Heriyus melalui Wabup menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program ini. Ia menilai kolaborasi antara Pemerintah Daerah, sektor swasta dan elemen masyarakat merupakan langkah strategis dan sinergis dalam mewujudkan Mura yang lebih maju, sehat, dan sejahtera.

“Saya berharap program ini tidak hanya menjadi media edukasi, tetapi juga menjadi gerakan moral yang bertujuan menyelamatkan masa depan generasi muda Kabupaten Murung Raya. Kita ingin anak-anak kita memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar dan meraih cita-cita mereka tanpa terhambat oleh pernikahan di usia yang belum matang,” ujar Rahmanto.

Ia menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif dari seluruh unsur masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, komunitas, dan tokoh masyarakat. Wabup juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan reproduksi dan pemahaman tentang kesetaraan gender sejak dini bagi para remaja.

“Kami, Pemkab Mura, dalam kepemimpinan lima tahun ke depan, berkomitmen untuk menurunkan angka stunting, dimana salah satu penyebab utamanya adalah pernikahan dini, disamping faktor ekonomi, kurangnya pengetahuan, serta pengaruh pergaulan bebas,” tambahnya. ist