DPRD MURUNG RAYA

Ketua DPRD Dukung Pelantikan 3 Damang Kepala Adat

20
×

Ketua DPRD Dukung Pelantikan 3 Damang Kepala Adat

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Dukung Pelantikan 3 Damang Kepala Adat
Ketua DPRD Mura, Rumiadi

PURUK CAHU/TABENGAN.CO.ID – Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya (Mura) Rumiadi menyatakan dukungannya terhadap pelantikan dan pengukuhan tiga Damang Kepala Adat di GPU Tira Tangka Balang, Puruk Cahu, Selasa (28/10). Rumiadi menilai peran kepala adat memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketertiban dan menyelesaikan konflik sosial di masyarakat.

Ia mengungkapkan, sebagian besar permasalahan di kampung seperti pertikaian antar warga hingga persoalan rumah tangga lebih dulu diselesaikan melalui jalur adat sebelum masuk ke ranah hukum negara.

“Hal ini menunjukkan kearifan lokal masih kuat dan efektif menjaga ketertiban masyarakat,” yakin politisi PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, Bupati Mura Heriyus melantik tiga Damang Kepala Adat untuk wilayah Kedamangan Sungai Babuat, Tanah Siang Tengah dan Tanah Siang Timur. Kegiatan pelantikan turut dihadiri Wabup Mura Rahmanto Muhidin, unsur Forkopimda, pihak DAD Mura, para Kepala Perangkat Daerah terkait, Damang Kepala Adat terpilih, Mantir Adat dari wilayah kedamangan setempat, dan tamu undangan lainnya.

Tiga Damang Kepala Adat tersebut yakni Gusmanto sebagai Damang Kepala Adat Kedamangan Tanah Siang Tengah, Tono Setiawan sebagai Damang Kepala Adat Kedamangan Tanah Siang Timur dan Olitro sebagai Damang Kepala Adat Kedamangan Sungai Babuat.

Bupati menegaskan lembaga adat merupakan mitra strategis Pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban sosial, menyelesaikan sengketa adat, serta melestarikan nilai-nilai luhur budaya Dayak.

“Damang Kepala Adat adalah pengayom masyarakat sekaligus penjaga nilai-nilai adat dan budaya Dayak yang berlandaskan falsafah Huma Betang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Mura Lynda Kristiane, menyampaikan pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara lembaga kedamangan, mantir adat dan Pemerintah Daerah. Semuanya itu agar setiap kebijakan pembangunan sejalan dengan nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. ist