Spirit Kalteng

Mendawai Zona Rawan DBD, 1 Orang Dinyatakan Positif

165
×

Mendawai Zona Rawan DBD, 1 Orang Dinyatakan Positif

Sebarkan artikel ini
Mendawai Zona Rawan DBD, 1 Orang Dinyatakan Positif
BASMI NYAMUK-Fogging di Jalan Mendawai Palangka Raya, tindak lanjut penanganan DBD di Kota Palangka Raya, Senin (26/1). FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH 

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Palangka Raya. Diketahui, pada Jumat (23/1) lalu, 7 warga Jalan Mendawai Induk terindikasi terjangkit DBD. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemko Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan melakukan tindakan pengendalian, salah satunya melalui kegiatan fogging di wilayah rawan penyebaran, Senin (26/1).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, fogging dilakukan di wilayah Mendawai yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu. Tindakan ini merupakan upaya memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab utama DBD.

“Nah, hari ini kita melakukan fogging di titik wilayah Mendawai, dan saat ini kegiatan fogging masih terus kita lakukan,” ujar Riduan.

Riduan menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan, di kawasan Jalan Mendawai Induk tercatat terdapat tujuh warga yang sempat mengalami gejala DBD. Dari jumlah tersebut, empat orang masih menjalani perawatan, sementara tiga orang lainnya telah diperbolehkan pulang. Namun, dari keseluruhan kasus tersebut, hanya satu orang yang dinyatakan positif DBD.

“Yang dirawat itu ada tujuh orang, tiga sudah pulang dan satu orang yang kemarin dinyatakan positif DBD,” jelasnya.

Ia berharap, melalui kegiatan fogging ini, penyebaran kasus demam berdarah di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu dapat segera dihentikan dan tidak meluas ke wilayah lain.

Terkait zona merah DBD, Riduan mengungkapkan bahwa wilayah Mendawai hampir setiap tahun masuk dalam daerah yang rawan kasus DBD. Oleh karena itu, selain tindakan fogging, pihaknya juga terus mengintensifkan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Daerah Mendawai ini hampir setiap tahun menjadi wilayah rawan. Jadi kita upayakan edukasi kepada masyarakat melalui penyuluhan yang kita lakukan secara rutin,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau Puskesmas Pembantu terdekat apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, pusing, dan tubuh terasa lemah.

“Kita sarankan kepada masyarakat jika ada warga yang mengalami panas, pusing, atau gejala lain, agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas Pembantu atau Puskesmas Bukit Hindu,” tambahnya.

Riduan juga menyampaikan bahwa tren kasus DBD di Kota Palangka Raya menunjukkan penurunan signifikan. Dibandingkan tahun 2024, jumlah kasus pada tahun 2025 mengalami penurunan yang cukup drastis. Hal ini dinilai sebagai hasil dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD serta upaya pencegahan yang terus digencarkan.

“Dari tahun 2024 ke 2025 turun sekali. Mungkin masyarakat sudah belajar dan sadar terhadap risiko serta dampak dari DBD,” katanya.

Ke depan, Pemko Palangka Raya berharap dapat terus merespons setiap potensi kasus DBD dengan cepat dan tepat. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pada tahun 2026 dan seterusnya, kasus DBD di Kota Palangka Raya dapat terus ditekan bahkan tidak terjadi lagi.

“Petugas kami di Puskesmas terus berupaya memberikan penyuluhan dalam rangka pencegahan. Harapannya ke depan, kasus DBD tidak lagi terjadi,” pungkas Riduan. nws