Spirit Kalteng

JANUARI 2026-127,16 Hektare Hutan Kalteng Terbakar

356
×

JANUARI 2026-127,16 Hektare Hutan Kalteng Terbakar

Sebarkan artikel ini
JANUARI 2026-127,16 Hektare Hutan Kalteng Terbakar
Kepala BPB-PK Kalteng Ahmad Toyib

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat sebanyak 80 kejadian bencana alam terjadi di wilayah Kalteng yang menyebabkan dampak lingkungan.

Luas hutan dan lahan yang terdampak mencapai sekitar 127,16 hektare. selama periode 1 Januari hingga 25 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi jenis bencana yang paling mendominasi.

Kepala BPB-PK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), karhutla tercatat sebanyak 73 kejadian, disusul banjir 4 kejadian dan cuaca ekstrem 3 kejadian. Sementara itu, tidak terdapat laporan kejadian tanah longsor maupun gempa bumi pada periode tersebut.

“Hingga tanggal 25 Januari 2026, tercatat 80 kejadian bencana alam di Kalimantan Tengah. Jenis bencana yang paling banyak terjadi adalah kebakaran hutan dan lahan, sehingga perlu menjadi perhatian bersama,” kata Ahmad Toyib, Senin (26/1).

Ia menjelaskan, bencana tersebut berdampak pada ribuan warga di sejumlah kabupaten dan kota. Data BPB-PK mencatat sebanyak 65.678 jiwa terdampak, meskipun tidak ada laporan korban meninggal dunia, luka-luka, maupun warga hilang selama periode tersebut.

Selain itu, kerusakan infrastruktur juga tercatat cukup signifikan. Sebanyak 7.540 unit rumah terdampak, 32 rumah ibadah, 65 satuan pendidikan, 19 fasilitas kesehatan, serta 45 ruas jalan dan jembatan mengalami kerusakan akibat bencana.

Ahmad Toyib menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak, terutama menghadapi potensi peningkatan karhutla akibat kondisi cuaca.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan, khususnya terhadap potensi karhutla dan bencana hidrometeorologi lainnya. Pencegahan harus dilakukan sejak dini agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisi,” tegasnya.

BPB-PK Kalteng, lanjut Ahmad Toyib, terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, serta relawan kebencanaan guna memastikan upaya pencegahan, penanganan darurat, dan kesiapsiagaan berjalan optimal di seluruh wilayah Kalteng. ldw