-
Spirit Kalteng

3-9 April, Kalteng Hujan Disertai Petir

236
×

3-9 April, Kalteng Hujan Disertai Petir

Sebarkan artikel ini
ilustrasi hujan di kalteng. foto AI
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berlaku pada 3 hingga 9 April 2026.

Dalam periode tersebut, sebagian besar wilayah Kalteng diprediksi mengalami kondisi cuaca berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer di wilayah Kalteng saat ini cukup mendukung terbentuknya awan hujan.

“Secara umum, cuaca di Kalteng diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Namun, terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah,” ujarnya saat di konfirmasi, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan, suhu udara selama periode tersebut berkisar antara 23°C hingga 33°C dengan tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 55% hingga 100%. Sementara itu, angin umumnya bertiup dari arah utara hingga selatan dengan kecepatan antara 5 hingga 20 km/jam.

BMKG juga mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Wilayah tersebut meliputi Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.

Menurut Ihsan, kondisi ini dipengaruhi oleh adanya daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang terpantau di wilayah Kalteng. Fenomena tersebut berperan dalam meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

“Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi serta kondisi labilitas atmosfer lokal yang kuat turut mendukung proses konvektif skala lokal, sehingga memperbesar peluang terbentuknya awan hujan,” jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan dengan durasi singkat yang dapat disertai petir, angin kencang, bahkan angin puting beliung. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak bencana hidrometeorologi.

Beberapa dampak yang perlu diantisipasi antara lain genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

“Masyarakat diharapkan selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah rawan bencana,” pungkasnya. dte/red

 

-
-
-