Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Manager (SAM) Retail Kalimantan Tengah, Donny Prasetya
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Manager (SAM) Retail Kalimantan Tengah, Donny Prasetya, memberikan tanggapan tegas terkait pengungkapan sindikat penyalahgunaan BBM subsidi jenis Pertalite yang menggunakan modus barcode palsu di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Donny menegaskan bahwa tindakan manipulasi barcode untuk mendapatkan BBM subsidi secara ilegal merupakan pelanggaran serius yang merugikan masyarakat luas. Ia menyatakan bahwa kasus ini sepenuhnya telah diserahkan kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum.
”Ini sudah masuk ranah pidana karena menyalahgunakan barcode dan mengambil hak warga lainnya. Kita menunggu hasil penyelidikan kepolisian saja terkait sindikat BBM barcode palsu ini,” ujar Donny kepada Tabengan, Minggu (3/5/2026).
Donny juga menegaskan jika ditemuka adanya kerjasama antara oknum sindikat pemalsuan barcode dan oknum SPBU maka akan dikenakan sanksi tegas.
“Apabila terbukti adanya indikasi penyalahgunaan Barcode BBM baik Biosolar atau Pertalite yg berkerjasama dgn oknum pegawai SPBU, Maka SPBU yang bersangkutan dapat kami berikam sanksi administratif,” tegas Donny.
Pihaknya juga akan melakukan pengawasan untuk memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi. Karena hal tersebut dapat mmbuat masyarakat resah dan mengambil hak orang lain.
Sebelumnya, jajaran Polres Kotawaringin Barat berhasil membongkar praktik penyelewengan BBM subsidi pada Kamis (30/4/2026). Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan lima orang tersangka yang berbagi peran dalam menjalankan aksinya.Para pelaku yang diamankan terdiri dari: Tiga penimbun (pengetap): AH (49), AT (23), dan HC (23).Dua operator SPBU: ARN (29) dan DIA (30).
Kelima pelaku diciduk di sebuah SPBU di Kecamatan Arut Selatan. Modus operandi yang digunakan adalah memodifikasi tangki kendaraan dan menggunakan barcode tidak sah agar dapat melakukan pengisian Pertalite secara berulang-ulang dalam jumlah besar.
Kapolres Kobar AKBP Theodorus Priyo Santosa, S.I.K., melalui Kasatreskrim AKP M Fahrurrazi, menjelaskan bahwa penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya kendaraan roda empat yang melakukan pengisian BBM berkali-kali di lokasi yang sama.
”Pelaku melakukan manipulasi sistem dengan memodifikasi tangki dan menggunakan barcode tidak sah untuk mendapatkan BBM subsidi dalam jumlah besar,” jelas AKBP Theodorus. Rmp/rca-red





