-
PEMPROV KALTENG

GUBERNUR BUKA  FBIM 2026-Lautan Manusia Tumpah Ruah Padati Bundaran Talawang

165
×

GUBERNUR BUKA  FBIM 2026-Lautan Manusia Tumpah Ruah Padati Bundaran Talawang

Sebarkan artikel ini
AJANG PELESTARIAN BUDAYA-Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran resmi membuka  Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), Kalteng Expo, dan Karnaval Budaya Tahun 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng di Kota Palangka Raya, Minggu (17/5/2026). PUKAU PENONTON-Kota Palangka Raya yang dikenal dengan julukan “Kota Cantik” tampil memukau dengan mengusung fragment teatrikal bertajuk Manajah Antang Lewu Gadung Batu. FOTO TABENGAN/YULIANUS
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran resmi membuka  Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), Kalteng Expo, dan Karnaval Budaya Tahun 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng di Kota Palangka Raya, Minggu (17/5/2026).

Dalam sambutannya, Agustiar mengatakan APBD Kalteng mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Kurang lebih 1 tahun 3 bulan kami menjabat bersama Wakil Gubernur Bapak H Edy Pratowo, sedianya APBD kita pada Tahun 2024 sebesar Rp10,2 triliun. Namun dikarenakan kondisi global dan efisiensi pemerintah saat ini, APBD Kalimantan Tengah Tahun 2026 hanya Rp5,4 triliun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah dikurangi belanja pegawai dan operasional lainnya, anggaran pembangunan yang tersedia hanya sekitar Rp1,535 triliun.

“Bahkan lebih kecil dari Kabupaten Barito Utara yang hanya untuk membangun satu kabupaten,” katanya.

Meski demikian, Agustiar memastikan pemerintah tetap fokus pada sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, olahraga, budaya, seni, dan program strategis lainnya melalui program unggulan Kartu Huma Betang Sejahtera.

“Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran seperti ini, pelayanan masyarakat adalah prioritas kami,” tegasnya.

Menurutnya, pelaksanaan FBIM dan Kalteng Expo tahun ini menjadi bukti bahwa kegiatan besar dapat digelar secara meriah tanpa menghabiskan anggaran besar.

“Untuk menghibur masyarakat tidak perlu menghabiskan lebih dari miliaran rupiah, tetapi lebih meriah daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini adalah bukti apabila sesuatu dikelola dengan manajemen yang baik dan terukur, anggaran dapat dioptimalkan digunakan sebaik-baiknya untuk pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa rangkaian Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng telah dimulai sejak 1 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga akhir tahun.

“Kalimantan Tengah adalah masa depan Indonesia sebagaimana pernah disampaikan Bapak Presiden sebelum kami dilantik sebagai Gubernur,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat memperkuat semangat persaudaraan dalam keberagaman melalui falsafah Huma Betang dalam bingkai NKRI.

“Kepada generasi muda Kalimantan Tengah, jaga budaya, jaga sejarah, jangan pernah melupakan sejarah atau JAS MERAH. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha, berikhtiar, bersyariat, dan berdoa,” pesannya.

Agustiar juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan RI atas dukungan terhadap FBIM yang kini masuk dalam Kharisma Event Nusantara 2026.

Selain itu, ia menilai Kalteng Expo menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelaku UMKM dan IKM agar semakin berkembang.

“Kalteng Expo menjadi sarana promosi berbagai potensi dan produk unggulan daerah Kalimantan Tengah agar dikenal luas dan menarik minat investor,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendukung program nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

“Yang akan berdampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan ekonomi daerah menuju Kalteng Berkah, Maju dan Sejahtera dalam menyambut Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur turut mengajak masyarakat memanfaatkan program keringanan pajak kendaraan bermotor bagi kendaraan berpelat KH.

“Pajak kita penting untuk pembangunan daerah kita. Mun Dia Itah, Eweh Hindai,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan FBIM 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah.

“Kegiatan ini bertujuan mendorong pengembangan dan pelestarian budaya daerah melalui berbagai panggung atraksi kebudayaan khas Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Ia menyebutkan kegiatan FBIM meliputi karnaval budaya, permainan rakyat, kuliner tradisional, pertunjukan seni tradisi, hingga olahraga tradisional.

Selain itu, FBIM juga bertujuan memperkuat promosi pariwisata daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan UMKM dan ekonomi kreatif.

“FBIM juga menjadi wadah pemersatu dan cerminan semangat falsafah Huma Betang, di mana keberagaman suku dan seni budaya semua berpadu dalam harmoni,” jelasnya.

Linae menambahkan, rangkaian FBIM 2026 digelar selama tujuh hari mulai 17 hingga 23 Mei 2026 di sejumlah titik strategis di Kota Palangka Raya, di antaranya GOR Indoor Serbaguna, Bundaran Besar, area bawah Jembatan Kahayan, Stadion Tuah Pahoe, dan halaman Kantor Disbudpar Provinsi Kalteng.

Terkait Kalteng Expo 2026, ia menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan mempercepat pembangunan ekonomi daerah, mempromosikan produk unggulan daerah, dan meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri.

“Kalteng Expo 2026 diikuti sebanyak 127 peserta yang terdiri dari perangkat daerah provinsi, FORKOPIMDA, serta pemerintah kabupaten dan kota,” ungkapnya.

Sebanyak 203 unit stand dan tenda disediakan dalam kegiatan yang digelar di Halaman GOR Serbaguna Indoor Palangka Raya pada 17–23 Mei 2026 mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB.

“Dalam penyelenggaraan Kalteng Expo 2026 ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan PT Sola Gracia Kreasi selaku salah satu mitra,” katanya.

Selain expo, pemerintah juga menggelar pasar rakyat guna memberikan kesempatan usaha kepada pedagang kecil.

Habiskan Anggaran Rp2 Miliar

Gubernur Agustiar Sabran juga mengungkapkan, pelaksanaan Karnaval Budaya dan FBIM 2026 digelar tanpa menerima sumbangan dari pihak ketiga. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk mendukung kegiatan tersebut.

“Untuk kegiatan karnaval budaya ini, tanpa menerima sumbangan pihak ketiga, kurang lebih sekitar Rp2 miliar. Nilainya tidak besar, bahkan sangat kecil, tetapi kegiatan ini diyakini berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Minggu.

Agustiar mengatakan, semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam membangun daerah menuju masyarakat yang maju dan sejahtera. Ia berharap masyarakat Kalteng dapat terbebas dari kemiskinan, kebodohan, dan pengangguran.

Menurutnya, momentum peringatan HUT Kalteng dan pelaksanaan FBIM menjadi bagian penting untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mengangkat budaya lokal dalam bingkai NKRI.

Ia menilai kegiatan budaya mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kalteng. Selain itu, Agustiar turut mengajak masyarakat memanfaatkan program keringanan pajak kendaraan bermotor yang sedang dijalankan pemerintah daerah. ldw/ded-red

-
-
-