-
PEMKAB BARITO UTARA

Barito Utara Dominasi Manyipet FBIM 2026

207
×

Barito Utara Dominasi Manyipet FBIM 2026

Sebarkan artikel ini
TRADISIONAL- Penampilan peserta Lomba Manyipet pada Festival Budaya Isen Mulang yang berlangsung di GOR Serbaguna Kota Palangka Raya. FOTO TABENGAN/JEVI FEBRIADI
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Cabang olahraga tradisional Manyipet dalam rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) berlangsung meriah di GOR Serbaguna Kota Palangka Raya, Senin (18/5/2026).

Di bawah terik matahari, puluhan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Tengah menunjukkan ketangkasan membidik sasaran menggunakan sumpit bambu, warisan budaya masyarakat Dayak yang kini berkembang menjadi olahraga tradisional bergengsi.

Sorak penonton dan suasana kompetitif mewarnai arena pertandingan terbuka. Para peserta tampak fokus mengarahkan anak sumpit ke titik sasaran dengan penuh konsentrasi. Keringat yang membasahi wajah tak mengurangi semangat mereka untuk meraih poin tertinggi.

Koordinator Panitia Cabor Manyipet, Anto Priantono, mengatakan kondisi cuaca justru mendukung jalannya perlombaan.

“Alhamdulillah cuaca hari ini mendukung, sehingga pertandingan bisa berjalan lancar dan peserta juga terlihat sangat antusias,” ujar Anto Priantono.

Dalam perlombaan tersebut, kategori putra melakukan penyipetan dari jarak 25 meter, sedangkan kategori putri dari jarak 20 meter. Penilaian ditentukan berdasarkan ketepatan mengenai titik sasaran dengan skor tertinggi enam poin untuk tembakan tepat di pusat target.

Persaingan berlangsung ketat antarkontingen. Namun, Kabupaten Barito Utara tampil dominan dengan merebut gelar juara pada kategori putra maupun putri.

Pada kategori putra, Barito Utara mengumpulkan total 512 poin dan keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Kabupaten Kapuas dengan 492 poin, disusul Kabupaten Pulang Pisau di peringkat ketiga dengan 473 poin.

Sementara di kategori putri, Barito Utara kembali menunjukkan keunggulannya setelah mencatatkan 502 poin. Kabupaten Katingan berada di posisi kedua dengan 479 poin, sedangkan Pulang Pisau menempati posisi ketiga dengan 432 poin.

Sebanyak 13 kontingen dari 12 kabupaten dan satu kota mengikuti kategori putra. Hanya Kabupaten Kotawaringin Timur yang tidak mengirimkan atlet Manyipet tahun ini.

“Kotim tidak mengirim peserta manyipet tahun ini. Mungkin mereka hanya mengikuti kegiatan karnaval kemarin,” kata Anto.

Sementara itu, kategori perempuan diikuti 10 kontingen yang berasal dari sembilan kabupaten dan satu kota. Beberapa daerah tercatat absen, yakni Barito Timur, Gunung Mas, Kotawaringin Timur, dan Sukamara.

Ajang manyipet di FBIM tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang pelestarian budaya Dayak di tengah perkembangan zaman. Melalui festival ini, generasi muda diperkenalkan kembali pada nilai-nilai tradisi, ketangkasan, serta identitas budaya lokal yang terus dijaga masyarakat Kalimantan Tengah. jef/redgie

 

-
-
-