PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menegaskan dukungannya terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah. Menurutnya, penghematan dilakukan pada sejumlah belanja anggaran yang dinilai kurang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, kemudian dialihkan untuk program-program yang lebih bermanfaat bagi warga, terutama masyarakat di daerah pedalaman.
Agustiar menjelaskan, sejumlah program yang terkena efisiensi antara lain perjalanan dinas, kegiatan pertemuan di hotel, belanja makan dan minum, pengadaan kendaraan dinas, honorarium tertentu, biaya perencanaan, hingga pengadaan pakaian dinas Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Program yang terkena efisiensi adalah program-program yang saya nilai tidak tepat. Misalnya perjalanan dinas, tur kantor, pertemuan di hotel, makan minum, pengadaan mobil dan motor, honor, perencanaan, baju dinas ASN, dan sebagainya,” kata Agustiar di Palangka Raya, baru-baru ini.
Menurut dia, kebijakan tersebut bukan berarti mengurangi pelayanan pemerintah, melainkan memastikan setiap rupiah anggaran dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Karena saya anggap ASN sudah mendapatkan tunjangan dan hak-haknya. Justru pada masa kami, anggaran yang diefisienkan dialihkan agar masyarakat pedalaman bisa menerima bantuan tunai langsung dan memperoleh program pangan murah,” ujarnya.
Agustiar menegaskan, hasil efisiensi anggaran telah digunakan untuk memperkuat berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah dapat memperluas jangkauan bantuan hingga ke wilayah-wilayah terpencil.
“Dengan efisiensi ini, masyarakat pedalaman bisa menerima bantuan secara langsung. Program pangan murah juga dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas,” katanya.
Ia menilai selama ini masih terdapat sejumlah pengeluaran yang kurang efektif sehingga perlu ditata kembali. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalteng berkomitmen menerapkan prinsip pengelolaan anggaran yang lebih hemat, tepat sasaran, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
“Saya sangat sepakat dengan kebijakan efisiensi anggaran ini karena banyak sekali dana yang mubazir. Faktanya, meskipun sejumlah kegiatan itu tidak dilaksanakan, sampai sekarang tidak berpengaruh terhadap pembangunan kita,” tegasnya.
Gubernur berharap kebijakan efisiensi dapat terus mendukung percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga yang berada di kawasan pedalaman dan wilayah yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
“Saya sangat senang dengan kebijakan ini karena anggaran yang sebelumnya tidak efektif bisa dialihkan untuk kepentingan masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. ldw/ded-red











