-
Spirit Kalteng

PT. Kumai Sentosa Siap Siaga Menghadapi dan Menanggulangi Karhutla 

634
×

PT. Kumai Sentosa Siap Siaga Menghadapi dan Menanggulangi Karhutla 

Sebarkan artikel ini
-

FOTO PT. Kumai Sentosa apel Siap Siaga Menghadapi dan Menanggulangi Karhutla FOTO HUMAS PT KS

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Dalam rangka menghadapi dan menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), PT Kumai Sentosa desa Sungai Cabang, Kecamatan Kumai, Selasa (23/6/2026) menggelar kegiatan Apel kesiapsiagaan Karhutla, kegiatan tersebut sebagai bukti nyata PT. Kumai Sentosa mempersiapkan personil maupun peralatan Karhutla.

Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Yohan Hendratmoko, S.Hut.,M.Si. hadir dalam kegiatan Apel kesiapsiagaan Karhutla menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada unsur OPD dan seluruh peserta Apel Siaga. Semoga momen ini semakin memperkuat koordinasi dan sinergi dalam upaya penangulangan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dan sekitarnya.

“Saya berharap melalui apel ini akan terjalin dengan baik semangat kebersamaan seluruh pamangku kepentingan sektoral untuk mewujudkan penanggulan kebakaran hutan dan lahan, sebab perlu diketahui bersama bahwa kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan beberapa dampak negatif yang luar biasa, seperti kerusakan ekologis, penurunan keanekaragaman hayati, dan dampak asap yang sangat menggangu kesehatan, transfortasi dan ekonomi serta hubungan dengan negara tetangga,” ujar Yohan Hendratmoko.

FOTO PT. Kumai Sentosa apel Siap Siaga Menghadapi dan Menanggulangi Karhutla FOTO HUMAS PT KS

Sementara GM Operasional PT Kumai Sentosa, Akhmad Erist Nuryadin, menyampaikan bahwa pelaksanaan apel kesiapsiagaan Karhutla ini merupakan salah satu bagian dari Perjanjian Kerja Sama antara Taman Nasional Tanjung Puting dengan PT. Kumai Sentosa, sebagai langkah dan bentuk kesiapan dalam menanggulangi bencana Karhutla di PT. Kumai Sentosa Desa Sungai Cabang, mengingat Sungai Cabang ini salah satu wilayah di Kalimantan Tengah yang masuk wilayah rawan terjadinya Karhutla.

“Kami telah berkomitmen dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana Karhutla, mengingat keberadaan perusahaan kami berada di wilayah rentan terjadinya Karhutla, dan sebagai bentuk kesiapsiagaan itu kami mengutamakan pencegahan lebih dini yang kami lakukan secara terpadu ,terutama pada saat menghadapi musim kemarau, kami tekankan pencegahan sebelum terjadinya bencana,” ujar Akhmad Erist Nuryadin.

Dimana lanjutnya, sebagai bentuk pencegahan dini itu, PT Kumai Sentosa telah membentuk satuan tugas Karhutla serta standar operasional prosedur atau instruksi kerja, dan Satuan tugas ini berada di bawah struktur Panita Pembina Keselamatan dan kesehatan kerja (P2K3), yang telah disahkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah.

Dijelaskan juga bahwa pembentukan Satuan tugas tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 06 tahun 2025, tentang pembukaan dan pengolahan lahan perkebunan tanpa membakar.

FOTO PT. Kumai Sentosa apel Siap Siaga Menghadapi dan Menanggulangi Karhutla FOTO HUMAS PT KS

“Untuk mencegah Karhutla, kami wajib memenuhi syarat dan ketentuan Peraturan Menteri Nomor 06 tahun 2025, dimana berdasarkan luasan kebun inti dan Plasma PT. Kumai Sentosa seluas 6000 hektare, maka kami memiliki 4 regu pemadam kebakaran, untuk satu regunya 15 orang, dimana semuanya telah mendapatkan sertifikat pelatihan dasar dari kementerian kehutanan,” ujar Akhmad Erist Nuryadin.

Selain itu, PT. Kumai Sentosa menyediakan perlengkapan pribadi, regu dan peralatan tangan untuk kebutuhan 4 regu, menyediakan juga pompa pemadam berserta peralatan pendukung standar Peraturan yakni pompa induk sebanyak 20 unit, pompa jinjing 129 unit .

Pendukung lainnya, yakni PT Kumai Sentosa menyediakan unit transportasi berupa sepeda motor unit roda empat berupa fin komodo, mobil dan jonder serta unit transportasi air berupa speedboad dan kelotok pemadam.

PT. Kumai Sentosa pun menyediakan Ponton di parit bounries yang sudah dilengkapi dengan selang pemadam,menjaga level air pada blok kebun ri bounries pada angka 10 cm, membuat sekat air pada blok kebun untuk menjaga air permukaan tidak kurang dari 40 cm, kemudian melakukan pemantauan muka air tanah menggunakan alat ukur piezometer dan water level.

“Kami telah membuat menara api atau menara PANTAU dan embung sebanyak 12 unit yang mencakup radius 500 hektare/unitnya, dan kami melakukan kegiatan rutin yakni patroli harian selama 24 jam melalui menara pantau api dan darat,” ujar Akhmad Erist Nuryadin.

Sebagai bentuk pencegahan lanjut Akhmad Erist Nuryadin, PT Kumai Sentosa pun melakukan sosialisasi bahaya Karhutla kepada seluruh karyawan PT. Kumai Sentosa dan masyarakat sekitar. Termasuk juga memasang spanduk tentang bahaya dan larangan membakar hutan dan lahan.

“Kami juga melakukan patroli dengan menggunakan teknologi seperti drone , memasang CCTV sebanyak 3 unit, melakukan pemantauan titik hotspot melalui aplikasi Lapan, SIPONGI atau Nasa, melakukan patroli dan pencegahan di desa Sungai Perlu.

“Dan hal yang penting PT. Kumai Sentosa pun melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah terkait percepatan dan penanggulangan karhutla, bahkan sejak tahun 2020, PT. Kumai Sentosa melakukan kerjasama dengan Balai Taman Nasional Tanjung Puting,” imbuhnya.

“PT. Kumai Sentosa telah memenuhi bahkan melebihi penaatan Peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, karena kejadian Karhutla ini tidak mengenal batasan hutan lindung, cagar biosfer, hutan tanaman industri, perkebunan perusahaan baik itu milik swasta maupun pemerintah, begitu pun dengan perkebunan milik masyarakat tidak luput dari Karhutla,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Erist Nuryadin menyampaikan harapan dukungan dan kerja sama yang baik dari seluruh stakeholder dalam rangka pencegahan maupun penanggulangan karhutla .yulia/jsi-red

-
-
-