PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memperkirakan kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) selama sepekan ke depan.
Secara umum kondisi cuaca didominasi cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama di wilayah bagian utara provinsi tersebut.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah, meskipun sebagian besar daerah di Kalteng telah memasuki periode musim kemarau.
“Selama sepekan ke depan, kondisi cuaca secara umum diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, masih terdapat potensi hujan ringan hingga sedang, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara,” ujarnya saat dikonfirmasi Tabengan pada Jumat (24/7/2026).
Menurut Ika, daerah yang perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, dan wilayah utara Kabupaten Kapuas. Di kawasan tersebut berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem.
Sementara itu, untuk wilayah lainnya di Kalteng, cuaca diperkirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan.
Meski demikian, peluang terjadinya hujan lokal dengan durasi singkat masih tetap ada, terutama pada siang hingga sore atau malam hari akibat pertumbuhan awan konvektif.
BMKG mencatat suhu udara di Kalteng selama periode prakiraan berkisar antara 23°C hingga 34°C dengan suhu maksimum yang sempat mencapai 35°C di beberapa wilayah.
Kondisi tersebut menunjukkan cuaca pada siang hari masih terasa cukup panas, sehingga masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh dengan memenuhi kebutuhan cairan dan menghindari paparan sinar matahari secara berlebihan.
Selain itu, tingkat kelembapan udara diperkirakan berada pada kisaran 50% hingga 100%, sementara angin umumnya bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan berkisar 5 hingga 25 km/jam.
Meski sejumlah wilayah mengalami peningkatan suhu, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
yang cukup meningkat di beberapa wilayah, kualitas udara di Kalteng hingga saat ini masih terpantau dalam kondisi baik hingga sedang.
Kondisi tersebut dinilai masih aman untuk aktivitas masyarakat sehari-hari, meskipun BMKG tetap mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi perubahan kualitas udara apabila terjadi peningkatan titik panas maupun karhutla selama musim kemarau.
BMKG juga mengimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Di sisi lain, masyarakat di wilayah yang didominasi cuaca panas juga diharapkan tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.
BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan memberikan pembaruan informasi cuaca secara berkala agar masyarakat dapat mengantisipasi potensi dampak yang ditimbulkan oleh perubahan cuaca di Kalteng.
“Kami mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG. Bagi masyarakat di wilayah yang cuacanya cenderung panas dan kering, mari bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun,” pungkasnya. darmantio/red











