PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat sebanyak 241 titik hotspot tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalteng berdasarkan pemantauan hingga Minggu, 26 Juli 2026 pukul 18.00 WIB. Dari jumlah tersebut, terdapat 21 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas lahan terbakar mencapai 44,96 hektare.
Data harian BPBD Provinsi Kalteng juga menunjukkan sebanyak 238 personel gabungan masih disiagakan dalam penanganan karhutla yang didukung empat unit helikopter. Sementara itu, tidak terdapat operasi pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) maupun kasus penegakan hukum pada periode pelaporan tersebut.
Kabupaten Pulang Pisau menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 77 titik, disusul Lamandau sebanyak 42 titik, Sukamara 31 titik, Kapuas 22 titik, Palangka Raya 15 titik, Katingan 14 titik, dan Gunung Mas 10 titik.
Dari sisi kejadian karhutla, Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan kejadian terbanyak, yakni lima kejadian, disusul Palangka Raya dan Kapuas masing-masing empat dan tiga kejadian, serta Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Barito Selatan masing-masing dua kejadian.
Adapun luas lahan terbakar terbesar tercatat di Kotawaringin Timur seluas 17,72 hektare, diikuti Kapuas 9,193 hektare, Seruyan 8 hektare, Kotawaringin Barat 3,1 hektare, Palangka Raya 2,78 hektare, Gunung Mas 1,95 hektare, Sukamara 1,5 hektare, Barito Selatan 0,6 hektare, dan Pulang Pisau 0,12 hektare.
Selain itu, BPBD mencatat sebanyak 58.495 kasus ISPA dan tidak terdapat laporan kasus diare. Tidak ada sekolah yang diliburkan maupun pengoperasian rumah oksigen dan mobil oksigen.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, kondisi karhutla secara umum masih terus dipantau secara intensif meskipun jumlah hotspot mengalami peningkatan di sejumlah wilayah.
“Berdasarkan data hingga 26 Juli 2026 pukul 18.00 WIB, terpantau sebanyak 241 hotspot di Kalimantan Tengah dengan 21 kejadian karhutla dan total luas lahan terbakar 44,96 hektare. Seluruh personel gabungan bersama dukungan sarana udara terus melakukan pemantauan dan penanganan secara cepat agar kebakaran tidak meluas,” kata Ahmad Toyib, di Palangka Raya, Senin (27/7/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat upaya pencegahan melalui patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menjaga Kalimantan Tengah tetap bebas dari kabut asap. Apabila menemukan indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujar Ahmad Toyib.
BPBD Provinsi Kalteng memastikan pemantauan hotspot dan penanganan karhutla akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur terkait guna mewujudkan target Kalteng Bebas Kabut Asap 2026.ldw/ded-red











