-
Spirit Kalteng

CEGAHAN KARHUTLA-Dishut Kalteng Normalisasi Kanal di Tumbang Nusa dan Desa Taruna 

201
×

CEGAHAN KARHUTLA-Dishut Kalteng Normalisasi Kanal di Tumbang Nusa dan Desa Taruna 

Sebarkan artikel ini
-

NORMALISASI-Dishut Kalteng mengerahkan 2 unit ekscavator untuk melakukan normalisasi kanal di Tumbang Nusa dan Desa Teruna baru-baru ini.FOTO HUMAS DISHUT KALTENG

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng), mendorong pemerintah melakukan berbagai upaya dalam penanganannya. Mulai dari pemadaman, sampai pada melakukan normalisasi kanal. Kanal menjadi elemen penting dalam proses pendistribusian air di wilayah gambut, untuk mencegah gambut terbakar jauh lebih luas.

Normalisasi kanal inilah yang terus dilakukan Dishut Kalteng, untuk mendukung dan memperlancar distribusi air. Ada 2 lokasi kanal yang dilakukan normalisasi, yakni di Tumbang Nusa, dan juga Desa Teruna. Dampak dari normalisasi ini, diharapkan tata kelola air jauh lebih baik, sehingga air lebih banyak diserap, membuat gambut tidak mudah terbakar.

NORMALISASI-Dishut Kalteng mengerahkan 2 unit ekscavator untuk melakukan normalisasi kanal di Tumbang Nusa dan Desa Teruna baru-baru ini.FOTO HUMAS DISHUT KALTENG

Dishut Kalteng dalam melakukan normalisasi mengerahkan 2 unit alat berat ekscavator, agar jalur kanal dapat terbuka. Langkah ini bertujuan memperlancar aliran air sehingga kondisi lahan tetap basah, terutama pada area gambut yang rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Kegiatan di lapangan turut didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dishut Kalteng, Fritno. Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses normalisasi kanal berjalan sesuai rencana, serta memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan pengendalian karhutla.

Kepala Dishut Kalteng, Agustan Saining, mengatakan, normalisasi kanal merupakan dari bagian dan strategi yang dilakukan Dishut Kalteng dalam mencegah karhutla. Ini merupakan implementasi dari arahan dan kebijakan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, agar karhutla di Kalteng dapat dicegah.

NORMALISASI-Dishut Kalteng mengerahkan 2 unit ekscavator untuk melakukan normalisasi kanal di Tumbang Nusa dan Desa Teruna baru-baru ini.FOTO HUMAS DISHUT KALTENG

“Harapan besar, kanal-kanal yang dilakukan normalisasi ini, langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan. Ini merupakan bagian penting dari upaya mitigasi karhutla. Dengan menjaga tata kelola air di lahan gambut, kita berupaya mencegah munculnya titik api sejak dini. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi hutan, lingkungan, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan tata air menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kelembapan lahan gambut, sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan. Upaya preventif tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Agustan memastikan, Dishut Kalteng, terus mengedepankan langkah-langkah mitigasi melalui pengelolaan tata air, dan pemeliharaan infrastruktur pendukung di kawasan rawan kebakaran.

“Tidak henti-hentinya kami mengimbau dan menyampaikan kepada masyarakat dan semua pihak. Kondisi musim kemarau sekarang ini, jangan membuka lahan dengan cara membakar. Dampaknya akan merugikan kita semua. Mari kita jaga alam ini agar tetap lestari, dan cegah kebakaran sedini mungkin,” ungkapnya.

Agustan juga meminta, apabila ada masyarakat atau siapa saja yang melihat adanya titik-titik api, jangan ragu untuk melapor. Bagaimanapun, masyarakat juga menjadi bagian yang sangat penting dalam mencegah karhutla di Kalteng.ded

-
-
-