PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) meluruskan informasi yang beredar terkait target pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Kalselteng. PLN menegaskan bahwa target berakhirnya pemadaman bergilir tetap pada 5 Agustus 2026 dan tidak mengalami perubahan sebagaimana diberitakan di sejumlah media.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalselteng, Ahmad Humaidi, menjelaskan bahwa informasi yang menyebut target normalisasi kelistrikan mundur hingga 25 Agustus 2026 tidak menggambarkan kondisi sistem kelistrikan secara menyeluruh.
Menurutnya, sejak awal PLN telah menetapkan 5 Agustus 2026 sebagai target berakhirnya pemadaman bergilir, seiring rampungnya proses perbaikan dan beroperasinya kembali PLTU SLK Unit 1 berkapasitas 100 megawatt (MW) yang akan masuk ke dalam sistem interkoneksi Kalselteng.
“Target 5 Agustus 2026 yang telah kami sampaikan sejak awal merupakan target berakhirnya pemadaman bergilir. Dengan masuknya kembali PLTU SLK Unit 1 ke sistem interkoneksi, pasokan daya diproyeksikan telah mencukupi kebutuhan pelanggan sehingga pelayanan listrik dapat kembali normal tanpa penerapan pemadaman bergilir,” ujar Humaidi.
Ia menjelaskan, target 25 Agustus 2026 yang sempat menjadi perhatian publik merupakan jadwal penyelesaian perbaikan generator Unit 3 PLTU Asam-Asam, bukan target normalisasi layanan listrik bagi pelanggan.
Humaidi menegaskan, beroperasinya kembali Unit 3 PLTU Asam-Asam bukan menjadi syarat berakhirnya pemadaman bergilir. Kehadiran pembangkit tersebut berfungsi untuk meningkatkan cadangan daya sistem (reserve margin), sehingga keandalan pasokan listrik di wilayah Kalselteng menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi potensi gangguan pada masa mendatang.
“Dengan demikian, tidak ada perubahan target berakhirnya pemadaman bergilir yang tetap kami targetkan pada 5 Agustus 2026. Sementara penyelesaian perbaikan PLTU Asam-Asam pada 25 Agustus merupakan tahapan lanjutan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan, bukan penentu berakhirnya pemadaman bergilir,” tegasnya.
PLN, lanjut Humaidi, terus mengerahkan seluruh sumber daya terbaik agar proses pemulihan sistem kelistrikan berjalan sesuai rencana. Selain memulihkan pasokan listrik bagi pelanggan, perusahaan juga berupaya memastikan sistem interkoneksi Kalselteng kembali memiliki cadangan daya yang memadai sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih andal dan berkelanjutan.
PLN juga mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber resmi serta mendukung proses pemulihan sistem kelistrikan yang saat ini terus dilakukan secara bertahap demi memastikan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali stabil. Rmp
PLN Tegaskan Target Berakhirnya Pemadaman Bergilir Tetap 5 Agustus, Bukan Mundur 25 Agustus 2026











