DEDIKASI-Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng berjuang memadamkan api di kawasan Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau baru-baru ini. FOTO HUMAS DISHUT KALTEN
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Perjuangan petugas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus diuji. Ditengah asap pekat dan kondisi lahan gambut yang mudah terbakar, petugas terus berjibaku memadamkan api di kawasan Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau.
Kebakaran terjadi di lokasi kanal Tanjung Pusaka yang tembus ke Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya-Banjarmasin. Di lokasi, petugas tidak hanya berhadapan dengan kobaran api. Semak belukar, pakis-pakisan, ilalang, purun danau hingga berbagai jenis pepohonan membuat api berpotensi menjalar dengan cepat.
Tim Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng bersama Tim Pemadaman Darat, TNI/Polri, KPH Kahayan Hilir, dan dukungan water bombing BNPB terus bekerja untuk mengendalikan api. Pemadaman dilakukan dengan 3 langkah utama, yakni memadamkan api, membatasi penjalaran, serta melakukan pendinginan untuk memastikan bara tidak kembali menyala.
Dari upaya tersebut, sekitar 1,29 hektare area berhasil dipadamkan. Petugas juga memanfaatkan parit sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman di lapangan.
Kondisi medan yang berada di lahan gambut menjadi tantangan tersendiri. Asap yang sangat pekat juga membuat jarak pandang petugas terbatas. Meski demikian, tim tetap bertahan hingga proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 17.24 WIB.
Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, mengatakan, apresiasi atas semangat dan kerja keras, serta dedikasi yang dilakukan tim di lapangan, dalam upaya menangani kebakaran, serta mencegah api menyala kembali.
“Langkah cepat dan kerja bersama menjadi kunci dalam menghadapi karhutla. Upaya tersebut merupakan bagian dari arahan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, untuk terus memperkuat pengendalian karhutla di daerah,” ujar Agustan, Jumat (14/8/2026) di Palangka Raya.
“Petugas harus terus bergerak cepat ketika ditemukan kebakaran. Yang terpenting adalah mencegah api meluas, dan memastikan kondisi benar-benar aman setelah pemadaman. Apresiasi atas langkah yang dijalankan tim di lapangan,”ucapnya.
“Ini kerja bersama. Petugas di lapangan sudah berjuang tanpa kenal lelah. Kami berharap masyarakat juga ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika melihat asap atau titik api,”tambahnya.
Semangat para petugas menjadi pengingat bahwa menjaga Kalteng dari ancaman karhutla bukan hanya tugas satu pihak. Dengan sinergi pemerintah, aparat, petugas pemadam dan masyarakat, api dapat lebih cepat dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Perjuangan di lapangan mungkin tidak selalu terlihat. Namun, setiap langkah petugas memadamkan api adalah upaya menjaga udara tetap bersih, lingkungan tetap aman, dan aktivitas masyarakat tetap berjalan. Tanpa kenal lelah, mereka terus berada di garis depan untuk Kalteng,”ungkapnya.ded-red











