-
Spirit Kalteng

KABUT ASAP MAKIN PEKAT-Disdik Kalteng Pertimbangkan Pengurangan Jam Belajar

170
×

KABUT ASAP MAKIN PEKAT-Disdik Kalteng Pertimbangkan Pengurangan Jam Belajar

Sebarkan artikel ini
Kepala Disdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo. foto istimewa
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, semakin pekat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut mulai menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Di tengah kondisi udara yang dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) belum memutuskan adanya pengurangan jam belajar maupun penundaan jam masuk sekolah.

Kepala Disdik Kalteng M. Reza Prabowo mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan kondisi kabut asap dan situasi di lapangan sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut terkait kegiatan pembelajaran.

“Kita masih melihat perkembangan dan situasi kabut asap. Saat ini baru kita imbau penggunaan masker,” kata Reza.

Menurutnya, perkembangan kondisi kabut asap menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah yang perlu dilakukan di lingkungan sekolah. Karena itu, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap kondisi yang terjadi.

Imbauan penggunaan masker menjadi langkah awal yang dilakukan untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik dari paparan asap. Sekolah juga diharapkan memperhatikan kondisi kesehatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Sementara itu, suasana Kota Palangka Raya pada Selasa (18/8/2026) pagi, tampak diselimuti kabut asap yang cukup pekat. Jarak pandang terlihat berkurang dan lapisan asap membuat udara terasa kurang nyaman, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi ini juga dirasakan warga yang tetap harus menjalankan aktivitas.

Kabut asap tersebut terjadi di tengah masih maraknya kejadian karhutla di sejumlah wilayah Kalteng. Penanganan karhutla terus dilakukan, sementara kondisi musim kemarau turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan. BPBD Kalteng sebelumnya mencatat 645 titik panas terdeteksi hingga 11 Agustus 2026.

Dari sisi kesehatan, dampak asap karhutla juga mulai menjadi perhatian. Dinas Kesehatan Kalteng mencatat 2.052 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di 14 kabupaten/kota selama periode 7–11 Agustus 2026.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat, khususnya pelajar dan tenaga pendidik, diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker menjadi salah satu upaya perlindungan yang saat ini ditekankan Disdik Kalteng sembari menunggu perkembangan kondisi kualitas udara dan kabut asap.

Disdik Kalteng belum menyampaikan keputusan mengenai pengurangan jam belajar ataupun penundaan jam masuk sekolah. Kebijakan tersebut masih menunggu perkembangan situasi kabut asap di wilayah Kalteng.ldw/ded-red

 

-
-
-