PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) periode mendatang memasuki babak akhir. Panitia Pilrek UPR saat ini masih menunggu surat dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) terkait tahapan lanjutan pemilihan.
Ketua Panitia Pilrek UPR Prof. Joni Bungai mengatakan, hingga saat ini belum ada informasi terbaru mengenai jadwal pelaksanaan pemilihan tahap II. Pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Masih belum ada kabar. Kami masih menunggu surat dari Menteri. Kami berharap sebelum tanggal 8 September,” kata Prof. Joni kepada Tabengan, Senin (31/8/2026).
Sebelumnya, tiga calon rektor UPR telah menjalani sesi wawancara bersama Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto pada Kamis (20/8/2026). Wawancara tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum proses pemilihan rektor memasuki tahap berikutnya.
Tiga calon rektor yang bersaing dalam tahap akhir Pilrek UPR yakni Prof. Liswara Neneng, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UPR; Dr. Thea Farina Embang, Dekan Fakultas Hukum (FH) UPR; serta Prof. Bhayu Rhama, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR.
Dengan telah dilaksanakannya wawancara oleh Menteri, proses Pilrek UPR kini tinggal menunggu penjadwalan pemilihan tahap II. Tahapan tersebut nantinya menjadi bagian penting dalam menentukan sosok yang akan memimpin UPR untuk periode berikutnya.
Di sisi lain, masa jabatan Rektor UPR saat ini, Prof. Salampak, akan berakhir pada 7 September 2026. Kondisi tersebut membuat penetapan tahapan lanjutan Pilrek menjadi perhatian, terutama untuk memastikan proses pergantian kepemimpinan di UPR berjalan sesuai ketentuan.
Prof. Salampak sebelumnya berharap rektor yang terpilih nantinya dapat membawa UPR menjadi lebih baik serta mampu menghadapi berbagai tantangan perguruan tinggi yang semakin kompleks.
“Pengganti saya sebagai Rektor UPR harus lebih baik dari saya,” ujar Prof. Salampak.
Menurutnya, pemimpin UPR ke depan tidak hanya dituntut memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kemampuan manajerial yang kuat. Hal tersebut dinilai penting agar berbagai program dan target perguruan tinggi dapat dijalankan secara optimal.
“Kita diamankan oleh Indikator Kinerja Utama. Saya berharap siapapun nanti yang menjadi rektor memiliki wibawa akademik dan kemampuan manajerial,” tuturnya.
Panitia Pilrek UPR memastikan seluruh tahapan pemilihan tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Sementara itu, kepastian mengenai jadwal pemilihan tahap II masih menunggu surat dan arahan resmi dari Mendiktisaintek. rmp/rca-red











