-
Spirit Kalteng

Hujan Tidak Ada, Udara P.Raya Berbahaya, PM2.5 Melonjak, Siang Hari Tembus 1.046,3 µg/m³

145
×

Hujan Tidak Ada, Udara P.Raya Berbahaya, PM2.5 Melonjak, Siang Hari Tembus 1.046,3 µg/m³

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kualitas udara di Kota Palangka Raya pada Minggu (20/9/2026) berada dalam kategori berbahaya. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 pada pukul 13.00 WIB tercatat mencapai 1.046,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Lian Adriani, mengatakan bahwa ata tersebut menunjukkan peningkatan konsentrasi PM2.5 yang cukup tajam sejak pagi hingga siang hari. Pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berada di kisaran 570 µg/m³, kemudian sekitar 610 µg/m³ pada pukul 11.00 WIB.

Kondisi semakin memburuk menjelang siang. Konsentrasi PM2.5 meningkat menjadi sekitar 870 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB, sebelum mencapai 1.046,3 µg/m³ pada pukul 13.00 WIB.

“Angka tersebut masuk dalam kategori berbahaya, menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (20/9/2026).

Berdasarkan klasifikasi kualitas udara, konsentrasi PM2.5 sebesar 0–15,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) masih masuk kategori baik. Selanjutnya, konsentrasi 15,6–55,4 µg/m³ berada pada kategori sedang, sedangkan 55,5–150,4 µg/m³ dikategorikan tidak sehat.

Sementara itu, konsentrasi PM2.5 pada rentang 150,5–250,4 µg/m³ masuk kategori sangat tidak sehat. Adapun apabila konsentrasinya melebihi 250,5 µg/m³, kualitas udara telah berada pada kategori berbahaya.

Menurut Lian Adriani, kondisi kualitas udara tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya karena tingginya konsentrasi PM2.5 dapat meningkatkan risiko paparan partikulat halus apabila masyarakat beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi udara yang buruk.

Tingginya konsentrasi PM2.5 juga menjadi bagian dari kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Palangka Raya di tengah berlangsungnya musim kemarau dan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah tersebut tidak terlepas dari masih berlangsungnya karhutla serta kondisi cuaca yang belum banyak memberikan peluang turunnya hujan.

Lian mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, peluang hujan di wilayah Kalimantan Tengah masih terbatas dalam beberapa hari ke depan.

“Hari ini prediksi hujan masih nihil,” kata Lian.

Minimnya hujan membuat potensi pembersihan alami terhadap partikel asap di udara menjadi terbatas. Kondisi tersebut juga berpotensi membuat kabut asap bertahan apabila sumber karhutla masih menghasilkan asap.

BMKG memprakirakan peluang hujan mulai muncul secara terbatas pada 21 September 2026. Hujan diperkirakan terjadi di wilayah Murung Raya bagian barat, Gunung Mas bagian utara, serta Katingan bagian utara.

Selanjutnya pada 22 September 2026, potensi hujan diprakirakan meluas ke sejumlah wilayah. Di antaranya Murung Raya, Barito Utara bagian barat, Seruyan bagian utara, Katingan bagian utara, Gunung Mas, dan Kapuas bagian utara.

“Potensi hujan masih di wilayah Kalteng bagian Utara,” pungkasnya. dte

 

-
-
-