KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID – Tim SAR gabungan kembali menemukan jasad laki-laki di wilayah pesisir Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Senin (21/9/2026) pagi. Sebelumnya, Minggu (20/9/2026), seonggok mayat juga ditemukan terdampar di lokasi yang sama.
Jasad ditemukan dalam kondisi tubuh membengkak dan mengenakan life jacket atau rompi pelampung berwarna oranye. Tim SAR gabungan kemudian melakukan evakuasi awal dan memasukkan jasad ke dalam kantong jenazah untuk proses penanganan lebih lanjut.
Kepala Desa Sungai Perlu, Siti Halisah, membenarkan adanya penemuan tersebut. Menurutnya, jasad ditemukan ketika tim SAR dalam perjalanan menuju lokasi penemuan pertama yang berada di kawasan Pantai Sungai Rambai.
“Pada saat Tim SAR gabungan bergerak ke lokasi penemuan mayat yang terdampar Minggu kemarin, di perjalanan kembali menemukan mayat terdampar di pesisir Sungai Gantingan, Desa Sungai Perlu,” kata Siti saat dikonfirmasi.
Penemuan ini merupakan temuan jasad kedua di kawasan pesisir Desa Sungai Perlu dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, warga menemukan jasad di kawasan Pantai Sungai Rambai pada Minggu (20/9/2026) sore.
Dalam proses pencarian sebelumnya, tim SAR gabungan juga menghadapi kendala kondisi pasang air laut. Tim yang bergerak dari Kuala Pembuang menuju lokasi penemuan pertama bahkan harus bermalam karena perjalanan tidak dapat dilanjutkan.
Siti mengatakan, jarak tempuh dari pusat pemerintahan Desa Sungai Perlu menuju lokasi penemuan pertama membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Durasi perjalanan dapat bertambah apabila kondisi pasang menghambat pergerakan tim.
“Dari pusat pemerintahan Desa Sungai Perlu menuju lokasi penemuan mayat pertama butuh waktu sekitar tiga jam, itupun jika tidak terkendala pasang air laut,” ujarnya.
Selain penemuan jasad, di sekitar lokasi penemuan pertama sebelumnya juga ditemukan life raft atau perahu karet darurat dalam kondisi terbalik dan mengapung di perairan.
Rangkaian temuan tersebut diduga berkaitan dengan insiden KM Virgo Transport 8 yang diketahui melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai identitas jasad maupun keterkaitannya dengan kapal tersebut.
Kepastian identitas korban dan hubungan dengan insiden KM Virgo Transport 8 masih menunggu proses pemeriksaan serta identifikasi oleh pihak berwenang.
Terpisah, Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi membenarkan adanya laporan temuan mayat tersebut. Ia menyampaikan bahwa personel kepolisian telah bergerak menuju lokasi penemuan.
“Tim sudah meluncur,” kata Kapolres Seruyan.
Sementara itu, Kasat Polairud Polres Seruyan AKP Djoko Poernomo mengatakan penanganan dilakukan bersama sejumlah unsur terkait. Tim yang menuju lokasi terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud serta Polsek Seruyan Hilir.
“Memang ada penemuan mayat. Malam ini tim dari Basarnas, Angkatan Laut, Polairud dan Kapolsek Seruyan Hilir sudah menuju lokasi,” ujarnya.
Berdasarkan informasi awal, jasad ditemukan dalam keadaan terdampar. Dari dokumentasi yang beredar, terlihat korban menggunakan pelampung. Kondisi jasad juga telah mengalami perubahan akibat berada di dalam air dalam waktu tertentu.
Petugas gabungan selanjutnya melakukan pemeriksaan di lokasi serta proses evakuasi jasad. Hasil identifikasi nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan identitas korban dan kemungkinan keterkaitannya dengan peristiwa lain.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa sekitar Kepulauan Masalembu pada Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut diketahui melayani perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa penumpang dan logistik.
Sampai saat ini, penanganan jasad yang ditemukan di Pantai Desa Sungai Perlu masih dilakukan oleh petugas gabungan. zul/jsi-red











