PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ain Nasriko alias Ain Koto, terduga dalam kasus dugaan pelecehan terhadap vokalis R.A.S.Y.A Band, Natasya, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya.
Permintaan maaf itu berkaitan dengan insiden saat pertunjukan amal penggalangan dana bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bertajuk Noise Fest Gigs Vol.1 “Chaoshutla” di Warung Kopteja, Jalan G. Obos, Palangka Raya.
Dalam unggahannya, Ain meminta maaf kepada Natasya, R.A.S.Y.A Band, serta masyarakat Palangka Raya dan Kalimantan Tengah atas perbuatannya menaruh celana dalam di stand lirik saat Natasya tampil.
Ia mengaku perbuatannya dilakukan secara spontan dan menyatakan tidak bermaksud merendahkan perempuan, kesenian maupun masyarakat Kalteng. Ain juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Ain menyebut telah menemui sejumlah tokoh adat dan kesenian untuk menyampaikan pengakuan serta penyesalan atas perbuatannya. Namun, permintaan maaf tersebut tidak menghentikan proses hukum yang ditempuh pihak korban.
Penasihat hukum Natasya, Jefriko Seran, mengatakan pihak keluarga korban telah ditanya mengenai kemungkinan penyelesaian secara damai. Namun, jawaban yang diterima tegas, yakni menolak berdamai.
“Sudah saya tanya dengan jelas apakah korban atau keluarga mau berdamai. Bahkan orang tuanya pun berkata, tidak ada kata damai,” ujar Jefriko.
Menurut Jefriko, pihaknya tetap melanjutkan laporan dugaan pelecehan yang telah disampaikan ke Ditreskrimum Polda Kalteng. Selain jalur hukum nasional, pihaknya juga berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum adat.
“Hari ini kita juga akan melaporkan ke adat, biar dia kena sanksi adat juga. Hukum nasional tetap jalan, hukum adat pun harus kita tegakkan,” tegasnya.
Jefriko menilai persoalan tersebut serius karena kejadian berlangsung saat Natasya bersama band-nya tampil dalam kegiatan amal untuk membantu masyarakat terdampak karhutla.
“Ini bicara tentang pelecehan seksual. Niat korban malam itu melakukan konser adalah untuk penggalangan dana karhutla, untuk kegiatan sosial, namun malah dilecehkan,” katanya.
Pihak korban telah berkoordinasi dengan perangkat adat dan selanjutnya akan menyampaikan laporan secara resmi kepada Damang melalui Mantir wilayah setempat. mak/fwa-red











