-
PEMPROV KALTENG

Hotspot Bekas Food Estate Tinggi, Wagub Minta Segera Ditangani

115
×

Hotspot Bekas Food Estate Tinggi, Wagub Minta Segera Ditangani

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) H Edy Pratowo
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pengawasan dan pencegahan diperkuat di kawasan bekas proyek Food Estate yang terdeteksi memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan, keberadaan titik panas (hotspot) perlu segera diantisipasi agar tidak berkembang menjadi titik api atau kebakaran yang lebih luas.

Hal tersebut disampaikan Edy saat dimintai tanggapan mengenai banyaknya hotspot yang terdeteksi di kawasan bekas Food Estate, khususnya di wilayah Kabupaten Gunung Mas.

Menurutnya, hotspot merupakan indikasi adanya panas yang terdeteksi dan belum dapat langsung disamakan dengan kejadian kebakaran. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi fire spot.

“Kalau saran saya Pemda sana lebih baik melakukan pre-wetting aja, pembasahan aja,” kata Edy.

Ia menyarankan agar kawasan yang masih terdeteksi memiliki titik panas mendapat perhatian dan pengawasan lebih ketat, termasuk melalui pembasahan lahan.

“Kalau masih hotspot-hotspot kan sebaiknya dijaga, disiram. Di pembasahan lah supaya nggak terjadi fire spot (titik api). Kalau hotspot kan masih titik panas,” ujarnya.

Berdasarkan analisis Pantau Gambut terhadap data periode 1–14 September 2026, Kalteng tercatat memiliki 77.311 titik panas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.022 titik atau sekitar 40,1 persen terdeteksi berada di lima blok bekas area Food Estate.

Blok C menjadi kawasan dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 18.082 titik. Pantau Gambut menyebut konsentrasi tersebut sebagai salah satu temuan penting dalam pemantauan titik panas di Kalteng pada periode tersebut.

Meski demikian, data hotspot tidak serta-merta dapat digunakan untuk menyimpulkan penyebab kebakaran maupun menentukan pihak yang bertanggung jawab. Pantau Gambut juga menekankan perlunya pemeriksaan dan verifikasi lapangan untuk memastikan penyebab kebakaran.

Data Pantau Gambut tersebut dihimpun dari sejumlah instrumen satelit. Sekitar 61 persen berasal dari VIIRS, 32 persen dari SNPP dan 8 persen dari MODIS. Sekitar 90 persen titik panas berada pada tingkat keyakinan atau confidence nominal.

Dengan kondisi tersebut, pengawasan di kawasan yang memiliki konsentrasi hotspot tinggi menjadi penting untuk mencegah titik panas berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, terutama di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung di Kalteng. ldw/ded-red

 

 

-
-
-