PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kota Palangka Raya mendapat bantuan pangan dan uang tunai dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi karhutla yang turut berdampak terhadap kesehatan, aktivitas, dan perekonomian warga.
Penyaluran bantuan dilakukan di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Kereng Bangkirai, Langkai, dan Pahandut, Senin (28/9/2026). Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran hadir secara langsung dalam penyaluran bantuan tersebut.
Masyarakat penerima bantuan mendapatkan beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. Sementara warga yang telah melalui proses verifikasi dan validasi data juga memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp250 ribu melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Selain kebutuhan pangan dan bantuan tunai, pemerintah turut menyalurkan masker, multivitamin, serta kudapan bergizi. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang menghadapi dampak karhutla dan kekeringan.
Penyaluran bantuan dilakukan di beberapa titik. Untuk warga Kelurahan Kereng Bangkirai, bantuan disalurkan di SMKN 5 Jalan Manduhara. Sementara warga Kelurahan Langkai menerima bantuan di Kompleks Marina Permai dan warga Kelurahan Pahandut di kawasan Pelabuhan Rambang.
Gubernur Agustiar Sabran mengatakan, pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian di tengah kondisi karhutla dan kekeringan.
“Kami berupaya untuk terus memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi kekeringan dan Karhutla ini,” ujar Agustiar.
Menurutnya, karhutla dan kekeringan tidak hanya menimbulkan persoalan dari sisi kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta perekonomian warga.
Karena itu, penanganan dilakukan tidak hanya melalui pemberian bantuan pangan dan uang tunai. Pemerintah juga menyediakan sejumlah layanan pendukung untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kondisi tersebut.
Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) disediakan bagi masyarakat. Pemerintah juga menyalurkan bantuan air bersih serta menyediakan rumah oksigen di sejumlah lokasi strategis yang dapat dijangkau masyarakat secara gratis.
Selain itu, sumur bor disiapkan untuk mendukung kebutuhan air masyarakat sekaligus membantu penanganan karhutla. Sumber air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari maupun mendukung upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran.
Agustiar mengimbau masyarakat yang masih membutuhkan bantuan agar menyampaikan kebutuhannya melalui kanal Lapor Pak Gub. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mengetahui warga yang membutuhkan dukungan namun belum terdata.
“Kami meminta masyarakat yang masih membutuhkan bantuan untuk menyampaikan kebutuhannya melalui kanal Lapor Pak Gub,” katanya.
Ia juga meminta para lurah dan jajaran terkait aktif memastikan warga terdampak yang belum masuk dalam pendataan dapat segera ditindaklanjuti.
“Para lurah dan jajaran terkait harus turut memastikan masyarakat yang terdampak dan belum terdata agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dengan penyaluran bantuan tersebut, pemerintah berharap kebutuhan dasar warga terdampak dapat tetap terpenuhi selama karhutla dan kekeringan masih berlangsung. Bantuan pangan, uang tunai, layanan kesehatan, air bersih, hingga fasilitas pendukung lainnya disiapkan sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat di Kota Palangka Raya.ldw/ded-red











