-
Spirit Kalteng

Hujan Turunkan PM2.5 di P. Raya, Kualitas Udara Mulai Membaik

49
×

Hujan Turunkan PM2.5 di P. Raya, Kualitas Udara Mulai Membaik

Sebarkan artikel ini
HUJAN- Kota Palangka Raya kembali diguyur hujan dua hari berturut-turut, Selasa (27/10/2026). FOTO TABENGAN/YULIANUS
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Hujan yang mengguyur Kota Palangka Raya pada Selasa (27/10/2026) dini hari hingga pagi, tidak hanya membasahi wilayah setempat, tetapi juga menimbulkan genangan air di sejumlah ruas jalan. Di sisi lain, hujan yang berlangsung cukup deras dan lama tersebut turut membawa dampak terhadap perbaikan kualitas udara, dengan konsentrasi PM2.5 mulai menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Neng Arini, menyampaikan, berdasarkan pemantauan PM2.5, penurunan konsentrasi partikel polutan sudah terlihat sejak Senin (26/10/2026). Namun, penurunan tersebut belum cukup untuk membuat kualitas udara berada pada kondisi aman.

“Kalau dilihat dari PM2.5 Palangka Raya, memang terlihat ada penurunan konsentrasi PM2.5 dari hari kemarin jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Namun, untuk tanggal 26 kemarin, meski ada penurunan konsentrasi PM2.5, masih dalam rentang sangat tidak sehat hingga berbahaya, dengan sebagian besar masih dalam kategori berbahaya,” ujarnya saat dikonfirmasi Tabengan.

Kondisi serupa juga terjadi pada Selasa dini hari. Sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, kualitas udara di Kota Palangka Raya masih berada dalam kategori berbahaya. Penurunan mulai terlihat pada pukul 07.00 WIB, ketika kualitas udara berangsur membaik ke kategori tidak sehat.

Berdasarkan data pemantauan, konsentrasi PM2.5 pada pukul 08.00 WIB berada di kisaran 70 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 90 µg/m³ pada pukul 09.00 WIB, sebelum kembali turun menjadi 80,3 µg/m³ pada pukul 10.00 WIB.

Arini mengatakan, perbaikan kualitas udara tersebut dipengaruhi hujan dengan intensitas cukup deras yang berlangsung sejak dini hari hingga pagi.

“Kalau untuk saat ini, kualitas udara membaik karena hujan cukup deras dan lama pada dini hari hingga pagi tadi. Namun, untuk ke depannya kembali lagi ke kondisi di lapangan. Jika masih terjadi kebakaran, bisa jadi kualitas udara kembali memburuk,” katanya.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai kondisi udara. Penurunan konsentrasi PM2.5 belum serta-merta menghilangkan ancaman pencemaran udara, terlebih jika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah.

Neng menyebutkan, selain berdampak terhadap kualitas udara, hujan juga diikuti penurunan jumlah titik panas atau hotspot berdasarkan data yang disampaikan pihak BMKG.

“Berdasarkan data pada 24 Oktober 2026, sebelum hujan turun, jumlah titik panas tercatat mencapai 8.053. Sehari setelah hujan, pada 25 Oktober 2026, akumulasi titik panas berkurang menjadi 832,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi cuaca di Kalteng umumnya cerah berawan hingga berawan. Sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami udara kabur akibat kabut asap, dengan peluang hujan ringan di beberapa daerah serta hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah.

Suhu udara diprakirakan berkisar antara 22°C-33°C, dengan kelembapan udara 50% hingga 100%. Angin umumnya bertiup dari arah utara hingga barat laut dengan kecepatan 5–25 km/jam.

BMKG juga mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada 27–29 Oktober 2026. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, dan Murung Raya.

Adapun pada periode 30 Oktober hingga 2 November 2026, potensi cuaca tersebut diprakirakan meliputi Seruyan bagian utara, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.

“Dengan adanya potensi hujan dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diharapkan tetap memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara,” pungkasnya. dte/fwa-red

 

 

-
-
-