PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat kehormatan dengan adanya kunjungan pihak Kerajaan Belanda. Tidak tanggung-tanggung, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima yang bakal datang langsung ke Kalteng, khususnya ke Palangka Raya pada Maret 2020. Langkah awal, Kerajaan Belanda mengirimkan utusan untuk meninjau dan melakukan pemantauan lokasi yang nantinya akan dikunjungi.
Selasa (21/1), merupakan kali kedua utusan Kerajaan Belanda datang untuk memantau. Kali ini yang hadir Tim Aju Kerajaan Belanda atau Kepala Protokol Istana Kerajaan Simon Van Den Burg, bersama dengan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns, serta pihak-pihak terkait dalam persiapan kunjungan nantinya. Kehadiran kedua utusan ini disambut dengan ritual adat Pantan Balanga sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara yang datang.
Parada LKR didampingi Damang Pahandut Marcos Tuwan, memimpin prosesi adat Pantan Balanga. Disambut di VIP Terminal Lama Bandara Tjilik Riwut, Simon Van Den Burg dan Lambert Grijns, dengan antusias mengikuti setiap tahapan ritual. Tahap awal ritual dimulai dengan penyampaian alasan kedua tamu kehormatan ini datang ke Palangka Raya. Usai berdialog menjelaskan tujuan kedatangan, dilanjutkan dengan prosesi adat.
Adat Pantan Balanga dimulai dengan penyingkapan kain yang menutup balanga. Ada 3 balanga yang ditutupi oleh kain, dan tamu kehormatan diminta untuk dapat memindahkan balanga bagian tengah, sehingga dapat melintas dan mengikuti prosesi selanjutnya. Usai menyelesaikan adat Pantan Balanga, para tamu mengikuti prosesi adat berupa tampung tawar. Doa-doa dalam bahasa Dayak dipanjatkan, agar beroleh perlindungan dari Tuhan, dan apa yang dilakukan berhasil dan sukses.
Usai tampung tawar, Simon Van Den Burg dan Lambert Grijns, diberikan persembahan berupa kalung yang dibuat dari batu khas Kalimantan, dan dipasangkan lawung. Usai mengikuti prosesi adat, Simon Van Den Burg dan Lambert Grijns melanjutkan kegiatan berdialog dengan jajaran pejabat di lingkungan pemerintah Kalteng, dan pemerintah Palangka Raya terkait persiapan kedatangan Raja dan Ratu Belanda.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Guntur Talajan menjelaskan, adat Pantan Balanga merupakan salah satu adat yang dilaksanakan bagi kedatangan tamu negara. Adat ini dipilih untuk memanjatkan doa, apa yang dilaksanakan itu berjalan dengan lancar, mulai dari kedatangan sampai kembali nantinya. Doa juga dipanjatkan untuk diberikan kemudahan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
“Kedatangan Tim Aju Kerajaan Belanda atau Kepala Protokol Istana Kerajaan Simon Van Den Burg, bersama dengan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns, juga sebuah kehormatan bagi Kalteng, khususnya Palangka Raya dalam persiapan kedatangan Raja dan Ratu Belanda. Kunjungan Raja dan Ratu Belanda tentunya sebuah kehormatan, dan kebanggaan bagi Kalteng secara umumnya,” kata Guntur, di sela-sela penyambutan.
Guntur menambahkan, kedatangan tamu kenegaraan ini sebuah peluang yang sangat penting dan besar dalam melakukan promosi budaya dan alam Kalteng. Terlebih, kehadiran Raja dan Ratu Belanda ke Kalteng akan menjadi sorotan dunia. Artinya, promosi yang dilakukan tidak lagi berskala nasional, tapi sudah berskala dunia. Tentu persiapan juga dilakukan sebaik mungkin, sehingga memberikan kesan yang mendalam nantinya.
Guntur juga mengucapkan terima kasih juga kepada Pemerintah Pusat karena memberikan kepercayaan kepada Kalteng yang mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi Raja dan Ratu Belanda. Atas kepercayaan itu, Kalteng berani memastikan bahwa layak untuk dikunjungi dan juga aman selama masa kunjungan nantinya. dedy





