Palangka Raya

Covid-19 Terus Meningkat, Kesembuhan Rendah

22
×

Covid-19 Terus Meningkat, Kesembuhan Rendah

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA OPERASI YUSTISI- Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya saat melaksanakan kegiatan operasi yustisi di halaman Polsek Pahandut, Kamis (10/2) sore, guna memastikan seluruh masyarakat beraktivitas dengan taat prokes.

*Pemerintah Siapkan Pusat Isolasi Covid-19
*6 Kelurahan Zona Merah
PALANGKA RAYA/tabengan.co.id– Hanya butuh waktu setidaknya 2 pekan terakhir, kasus Covid-19 di Kota Palangka Raya kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hingga Kamis (10/2), sebanyak 324 orang tengah menjalani perawatan akibat terpapar Covid-19, usai pada hari yang sama turut tercatat penambahan 72 kasus.

ISTIMEWA
OPERASI YUSTISI- Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya saat melaksanakan kegiatan operasi yustisi di halaman Polsek Pahandut, Kamis (10/2) sore, guna memastikan seluruh masyarakat beraktivitas dengan taat prokes.

“Memang trennya saat ini ada peningkatan. Sebaran juga kita akui sangat cepat terjadi, dari beberapa waktu lalu kita masih di zona hijau di seluruh kelurahan ada, kini sudah mulai meningkat kasusnya, namun tingkat kesembuhan juga masih cukup rendah,” tutur Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani, Jumat (11/2).
Akibat adanya penambahan kasus tersebut, diakui Emi jika wilayah di kelurahan yang berstatus zona merah masih bertahan di 6 kelurahan, yakni Kelurahan Langkai, Palangka, Panarung, Bukit Tunggal, Menteng, dan Pahandut.
Kemudian wilayah yang berstatus zona oranye bertambah 1 menjadi 4 kelurahan, yakni Kelurahan Kereng Bangkirai, Sabaru, Tanjung Pinang dan Marang . Sedangkan wilayah berstatus zona kuning bertambah 6 kelurahan dengan total ada 7 kelurahan zona kuning, yaitu Kelurahan Kalampangan, Petuk Ketimpun, Habaring Hurung, Tangkiling, Sei Gohong, Banturung, dan Tumbang Tahai.
“Untuk wilayah lainnya sebanyak 13 kelurahan berstatus zona hijau yang tersebar di 4 kecamatan. Tanpa kita sadari kasus perlahan naik dan zona yang berpotensi terjadi sebaran Covid-19 juga meningkat. Tim Satgas mengingatkan agar masyarakat tingkatkan kewaspadaan dan kesadaran akan pentingnya protokol kesehatan 5 M,” bebernya.
“Pihak pemerintah provinsi juga ingin kembali membuka pusat isolasi terpusat di Asrama Haji, menyikapi peningkatan kasus yang ada. Gubernur juga sudah mengarahkan kepada kepala daerah untuk menyiapkan langkah antisipatif termasuk menyiapkan fasilitas kesehatan yang lebih luas lagi,” tambah Emi.
Di sisi lain, untuk pelajar Kota Palangka Raya yang saat ini terpapar Covid-19 pada masa pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah tercatat sebanyak 12 orang. Semuanya berasal dari tingkat satuan pendidikan TK/PAUD, SD, SMP dan SMA. Menyikapinya, pihak Satgas bersama Dinas Pendidikan Kota telah menerbitkan edaran agar sekolah-sekolah yang berada di zona merah untuk melaksanakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) saja.
Sedangkan untuk sekolah yang berada di zona oranye dan kuning, masih bisa melaksanakan PTM terbatas hingga maksimal hanya diikuti oleh 50 persen siswa. Dan untuk sekolah di zona hijau, masih bisa melaksanakan PTM 100 persen.
“Bagi sekolah yang siswanya ada terpapar Covid-19, sudah direkomendasikan untuk menghentikan kegiatan tatap muka di sekolah, setidaknya selama satu pekan seraya dilakukan penguatan testing dan tracing di sana untuk memastikan Covid-19 tidak meluas di sekolah,” pungkasnya. rgb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *